Katarak: Gejala, Penyebab dan Penanganannya

 14/03/19

Narasumber: Dr. Monika Yuke Lusiani, SpM.

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata berubah menjadi keruh dan penglihatan jadi seburam kaca jendela yang berembun. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, katarak juga dapat mengakibatkan bahaya. Bayangkan jika seseorang yang memiliki katarak harus menyetir?

Tapi yang menjadi bahaya paling besar adalah bahwa katarak dapat menyebabkan kebutaan. Katarak bahkan menjadi penyebab kebutaan yang utama (70-80%) di Indonesia, menurut hasil survey yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) di tahun 2014-2016.

Karena sifatnya yang serius, KMN Eyecare akan mengulas beberapa fakta penting mengenai katarak di artikel ini:

  1. Apa Saja Jenis dan Gejala Katarak?
  2. Apa Saja Penyebab Katarak?
  3. Bagaimana Menangani Katarak?

Apa Saja Jenis dan Gejala Katarak?

Pada dasarnya, sesuai definisi, katarak menyebabkan penglihatan menjadi keruh. Namun untuk mengulas lebih dalam mengenai kondisi ini, terdapat beberapa jenis katarak yang harus dipahami terlebih dahulu.

Jenis-Jenis KATARAK

JENIS KATARAKDESKRIPSI

Katarak Senilis

Jenis katarak ini tidak dapat dihindari, muncul karena proses penuaan. Layaknya rambut yang berubah menjadi putih (uban) saat usia makin bertambah, katarak jenis ini terjadi pada semua orang tanpa terkecuali.

Katarak Sekunder

Jenis katarak ini dapat terjadi karena komplikasi dari penyakit lain, contohnya penyakit metabolic seperti diabetes mellitus dan penyakit lain di mata seperti uveitis.

Katarak Kongenital

Kondisi ini dapat disebut “bawaan lahir”. Artinya, bayi dapat terlahir dengan lensa mata yang keruh.

Katarak Traumatik

Katarak dapat juga timbul sebagai efek dari cidera langsung maupun tidak langsung di mata, baik dalam waktu dekat, maupun bertahun-tahun kemudian.

  1. Katarak Senilis – Jenis katarak ini tidak dapat dihindari, muncul karena proses penuaan. Layaknya rambut yang berubah menjadi putih (uban) saat usia makin bertambah, katarak jenis ini terjadi pada semua orang tanpa terkecuali.
  2. Katarak Sekunder – Jenis katarak ini dapat terjadi karena komplikasi dari penyakit lain, contohnya penyakit metabolic seperti diabetes mellitus dan penyakit lain di mata seperti uveitis.
  3. Katarak Kongenital – Kondisi ini dapat disebut “bawaan lahir”. Artinya, bayi dapat terlahir dengan lensa mata yang keruh.
  4. Katarak Traumatik – Katarak dapat juga timbul sebagai efek dari cidera langsung maupun tidak langsung di mata, baik dalam waktu dekat, maupun bertahun-tahun kemudian.

Gejala KATARAK secara Umum

Katarak terjadi secara perlahan. Awalnya, kekeruhan pada lensa hanya tipis saja sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan penglihatan.

Semakin lama, katarak akan semakin tebal dan menimbulkan berbagai keluhan seperti :

  • Penglihatan kabur dan berkabut
  • Mata silau jika meihat cahaya yang terang
  • Sulit melihat jelas saat malam hari
  • Warna menjadi pudar dan tidak cerah
  • Ukuran kacamata sering berubah
  • Melihat objek menjadi ganda
  • Kesulitan saat menyetir

Gejala-gejala di atas bersifat umum dan dapat terjadi pada katarak jenis apapun. Khusus untuk katarak kongenital, anak-anak yang lebih besar mungkin mudah untuk mengeluhkan gejala-gejala tersebut.

Namun jika katarak terjadi pada bayi yang belum bisa mengutarakan keluhan, gejala katarak kongenital juga dapat dilihat jika terdapat lingkaran putih atau abu-abu dalam mata anak.

Bisa juga dengan memaparkan sinar senter ke mata anak. Biasanya katarak menyebabkan pupil jadi nampak keputihan. Jika ada tanda-tanda seperti ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Apa Saja Penyebab Katarak?

Katarak yang disebabkan oleh proses penuaan (Katarak Senilis) terjadi akibat perubahan protein pada lensa. Perubahan komposisi serta jumlah protein pada lensa inilah yang menyebabkan kekeruhan pada lensa dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina.

Katarak Senilis umumnya dapat terjadi sejak usia 40 tahun. Namun bila terdapat faktor lain, tidak menutup kemungkinan untuk terjadi katarak pada mereka yang umurnya lebih muda dari itu.

Selain karena faktor trauma/cidera terhadap mata dan “bawaan lahir”, katarak dapat terjadi karena:

  • Penggunaan obatobatan jangka panjang (seringnya adalah kortikosteroid)
  • Pernah menjalani operasi mata
  • Penyakit metabolic seperti diabetes mellitus
  • Kebiasaan merokok serta minum minuman keras
  • Memiliki keluarga dengan riwayat katarak lebih muda
  • Pola makan yang tidak sehat dan kurang gizi
  • Berbagai penyakit mata lainnya

Khusus untuk Katarak Kongenital (bawaan lahir), biasanya penyebabnya dikaitkan dengan ibu yang terinfeksi campak dan rubella saat mengandung. Namun, dapat juga disebabkan oleh keturunan, infeksi, masalah metabolik, diabetes, reaksi obat, dan lainnya.

Bagaimana Menangani Katarak?

Informasi di bagian ini tidak ditujukan sebagai pengganti penanganan katarak dalam bentuk apapun, melainkan untuk memberi gambaran luas. Konsultasi dengan dokter mata adalah jalan terbaik untuk menentukan diagnosis dan cara terbaik dalam menangani katarak.

Katarak hanya dapat diobati dengan cara dilakukan operasi. Lensa yang mengalami kekeruhan akan diambil dan diganti dengan lensa tanam.

Jika terjadi gejala-gejala yang dijabarkan di atas hingga mengganggu aktivitas, atau bahkan mengalami nyeri yang hebat di mata, segera konsultasikan dengan dokter mata yang dipercaya.

Hanya dokter yang dapat menyatakan adanya indikasi katarak terhadap seorang pasien, atau tidak. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan mata lengkap dari depan sampai saraf mata. Pemeriksaan darah dan jantung pun dapat disarankan.

Jika pasien merupakan kandidat operasi katarak, maka operasi dapat dijadwalkan segera sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, masing-masing pasien memiliki kebutuhan yang berbeda.

Misalnya, katarak yang masih tipis atau sedikit mungkin belum mengganggu kebanyakan orang. Namun pasien yang memiliki pekerjaan yang sangat bergantung terhadap ketelitian yang tinggi, mungkin butuh operasi katarak sesegera mungkin agar aktivitasnya tak lagi terganggu.

Ada juga operasi katarak yang memiliki urgensi sangat tinggi, karena terdapat kemungkinan komplikasi lebih lanjut bila tak segera dilakukan. Biasanya ini terjadi padakatarak yang dipercepat oleh penyakit tertentu atau katarak yang menyebabkan komplikasi seperti glaukoma.

Jenis dan Biaya Operasi Katarak

Operasi katarak ditanggung sepenuhnya oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) alias gratis. Tata cara terbarunya dapat disimak di Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan.

Namun sebenarnya, biaya operasi katarak sendiri tergantung pada teknologi dan lensa buatan yang dipakai untuk menggantikan lensa alami yang keruh. Teknik lama operasi katarak lama tentu lebih murah daripada yang menggunakan teknologi terbaru.

Teknik lama biasanya disebut teknik jahitan, di mana sayatan lebar dibuat di mata untuk menggantikan lensa. Dan kemudian, dijahit kembali. Teknik ini memiliki risiko komplikasi yang tinggi, juga pemulihan yang lebih lama.

Teknik operasi katarak terkini yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah FAKOEMULSIFIKASI. Dalam metode ini, sayatan yang sangat amat kecil dilakukan pada mata. Lalu lensa katarak yang keruh dihancurkan dan dikeluarkan menggunakan gelombang ultrasonic. Kemudian, lensa buatan penggantinya dimasukkan lewat sayatan yang sama.

Waktu yang dibutuhkan untuk operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi terhitung pendek, yakni 15 hingga 20 menit. Metode ini tidak membutuhkan jahitan dan risiko komplikasinya sangat kecil.

Lensa buatan yang dipilih juga sangat menentukan harga operasi katarak. Lensa yang lebih menyerupai lensa alami tentu lebih mahal daripada yang biasa.

Kualitas lensa buatan juga mempengaruhi besarnya sayatan yang diperlukan. Lensa yang dapat dimasukan melalui sayatan yang lebih kecil, tentu harganya lebih mahal.

Komplikasi Operasi Katarak

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat operasi katarak semakin aman, cepat, dan meminimalisir terjadinya komplikasi.

Semua tindakan bedah yang dilakukan tentu saja memiliki risiko. Namun dengan semakin ahlinya seorang dokter mata dan majunya teknologi serta alat yang digunakan untuk operasi katarak, tingkat komplikasi yang terjadi semakin rendah.

Komplikasi terberat yang terjadi adalah infeksi bola mata yang sering disebut dengan endoftalmitis. Angka kejadiannya cukup kecil, yaitu 0,04 – 0,20% saja. Oleh sebab itu, percayakan operasi katarak anda pada dokter mata yang berpengalaman dan institusi kesehatan yang terpercaya.

Pasca operasi katarak, terdapat juga beberapa pantangan dan perawatan khusus yang akan dianjurkan oleh dokter terhadap pasiennya. Misalnya, memakai obat tetes mata yang sudah diresepkan dokter tiap hari, tidak beraktivitas berat, dan lainnya.

Hal-hal yang dianjurkan dan diresepkan dokter merupakan tindakan untuk mencegah adanya komplikasi atau gangguan lain yang terjadi setelah operasi katarak. Intinya, agar operasi katarak yang telah dilaksanakan sukses sepenuhnya.

Pencegahan Katarak

Masih ingat akan kemiripan sifat penyebab katarak dengan uban seiring bertambahnya usia? Ya, katarak tidak dapat dicegah, tak dapat dihindari.

Namun memang, kemunculan katarak dapat ditunda lebih lama. Caranya adalah menghindari atau mengurangi gaya hidup yang diduga menjadi penyebabnya (dijabarkan di atas) seperti merokok dan minum minuman keras.

Studi juga menunjukkan bahwa asupan makanan yang kaya akan vitamin C dan E dapat membentu memperlambat datangnya katarak. Makanan-makanan yang menyehatkan tubuh secara keseluruhan tentu juga dapat menguatkan kesehatan mata.

Selain itu, para peneliti dan ilmuwan dunia juga sudah menemukan bahwa cahaya ultraviolet (UV) dapat merusak protein yang ada dalam lensa mata. Maka itu, biasakan memakai kacamata hitam ketika harus terpapar sinar matahari.

Tips-tips tersebut di atas sifatnya bukan untuk mengobati. Kembali lagi, katarak tidak dapat dicegah.

Fakta ini juga sepatutnya membantu masyarakat untuk tidak mempercayai informasi-informasi palsu mengenai katarak yang banyak beredar dengan bebas, terutama di internet. Terlebih, bila informasi tersebut mengklaim bahwa katarak dapat diobati tanpa operasi.

Selalu konfirmasikan fakta dengan dokter mata yang dipercaya, yang memang sudah mendapat pendidikan dan pelatihan khusus dalam bidang ilmu kesehatan mata. Lagipula, check-up kesehatan mata secara regular memang sangat dianjurkan untuk mencegah datangnya katarak yang terlalu dini.

Jadwalkan Konsultasi Dokter di KMN Eyecare di Sini!

Back