Dr. ARIEF WILDAN, SpM
Dr. Arief bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang pada tahun 2010 dan menyelesaikan fellowship di bidang beda...
Lihat Profil →
Antara 10-30% dari populasi di dunia menderita mata kering, yang dapat menyebabkan mata merah, penglihatan yang buram dan mata gatal. Di Indonesia, jumlah kejadian mata kering sebesar 27,5%. Sindrom mata kering adalah gangguan pada permukaan mata akibat ketidakstabilan produksi dan fungsi dari lapisan air mata, yang menyebabkan ketidaknyamanan hingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Sindrom mata kering adalah gangguan mata yang paling umum ditemukan di antara para pasien yang datang ke KMN EyeCare.
Permukaan mata terdiri dari kornea (kubah jernih yang terletak di depan pupil/biji mata), konjungtiva (lapisan jernih di atas bagian putih mata), dan kelopak mata. Kornea memiliki 3 lapis selaput air mata: lapisan minyak, lapisan air, dan lapisan musin, yang dibutuhkan untuk memelihara permukaan kornea bagian depan yang sehat dan guna mendapatkan penglihatan yang jernih. Kornea yang kering dapat menyebabkan radang mata, iritasi mata, atau mata merah. Kelenjar minyak yang terdapat pada kelopak mata, atau kelenjar meibom, memelihara lapisan minyak untuk mencegah terjadinya penguapan selaput air mata. Dengan demikian, tiap bagian dari mata bekerja sama untuk membantu melindungi dan melumasi mata, mengurangi risiko terjadinya infeksi mata, dan memelihara permukaan kornea jernih sehingga tidak kering.
Mata kering terjadi sebagai akibat dari produksi air mata yang tidak memadai, yang biasanya berfungsi untuk melumasi, memelihara, dan melindungi permukaan mata, atau akibat dari penguapan selaput air mata yang berlebihan. Baik gaya hidup maupun penuaan dapat berkontribusi terhadap terjadinya mata kering.
Pada usia sekitar 60 tahun, aliran air mata berkurang, sehingga menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata. Selain itu, wanita lebih banyak terkena mata kering saat menopause, karena perubahan hormon berkontribusi terhadap terjadinya kondisi tersebut.
Pada akhirnya, mata kering adalah suatu gangguan multifaktor yang disebabkan oleh peradangan pada permukaan mata, defisiensi neurotropik, dan disfungsi kelenjar meibom.
Penyebab mata kering lainnya adalah perubahan iklim, menghabiskan banyak waktu dalam ruangan yang menggunakan pendingin ruangan atau memiliki kelembaban yang rendah, serta kabut asap atau polusi asap.
Selain itu, membaca atau bekerja dengan menggunakan komputer dalam waktu lama juga dapat menyebabkan terjadinya mata kering. Berhenti sejenak dari kegiatan semacam ini untuk beristirahat dan mengejapkan mata membantu mencegah terjadinya kekeringan pada mata.
Ketika sistem pelumasan mata tidak berfungsi dengan baik, maka timbullah gejala mata kering, yang dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lainnya.
Gejala mata kering dapat meliputi:
Berbagai pilihan pengobatan mata kering yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda
Di KMN EyeCare, pengobatan mata kering disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Meski demikian, sebagian besar pasien dapat mengatasi gejala mata kering yang mereka alami dengan secara teratur memakai obat tetes mata yang berisi air mata buatan. Obat tetes mata yang berisi air mata buatan memiliki kekentalan yang berbeda-beda. Obat tetes mata yang lebih kental memungkinkan kelembaban dapat bertahan lebih lama pada permukaan mata, membantu melindungi dan menutupi selaput air mata.
Penggunaan Punctal Plug juga merupakan salah satu pilihan pengobatan untuk mata kering. Punctal Plug adalah sisipan khusus yang menyumbat saluran air mata pada kelopak mata. Ini akan menghentikan terjadinya pengeringan mata, menjaga air mata tetap berada pada permukaan mata. Punctal Plug dapat digunakan sebagai pengobatan mata kering untuk sementara waktu dengan penyumbat berbahan kolagen yang dapat larut atau sebagai pengobatan permanen dengan penyumbat berbahan silikon.
Selain itu, perubahan gaya hidup yang sederhana dan mudah dapat membantu mencegah terjadinya mata kering. Minum air dalam jumlah yang memadai menjaga tubuh, termasuk mata, tetap terhidrasi. Berusaha untuk sering mengejapkan mata, khususnya ketika membaca, bekerja dengan menggunakan komputer, dan menonton televisi, juga dapat membantu melumasi permukaan mata.
Pengalaman nyata dari pasien-pasien mata kering kami
Dokter spesialis mata kering berpengalaman di KMN EyeCare
Menampilkan 19 dari 19 dokter
Dr. Arief bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang pada tahun 2010 dan menyelesaikan fellowship di bidang beda...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata, Dr. Bondan bergabung dengan Departemen Ilmu Ke...
Lihat Profil →
Dr. Danang bergabung dengan KMN EyeCare setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Faku...
Lihat Profil →
Dr. Henry bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah M...
Lihat Profil →
Dr. Ira bergabung dengan KMN EyeCare sejak awal beroperasi pada tahun 2004 dan terus melakukan praktik dalam p...
Lihat Profil →
Dr. Kevin bergabung dengan KMN EyeCare in 2020 setelah menyelesaikan Spesialis Mata di Universitas Sam Ratulan...
Lihat Profil →
Dr. Martin segera bergabung dengan tim kami di KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas...
Lihat Profil →
Dr. Maya bergabung dengan tim KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada ta...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada tahun 1985, Dr. Sjahbudi...
Lihat Profil →
Setelah lulus dari program pendidikan dokter spesialis kedokteran mata di Universitas Indonesia, Dr. Viktor be...
Lihat Profil →
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Rien segera bergabung dengan...
Lihat Profil →
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003, Dr. Rifna bergabung dengan KMN E...
Lihat Profil →
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000, Dr. Rini menjalani pelatihan t...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Indonesia pada 2013 serta menjal...
Lihat Profil →
Setelah lulus sebagai seorang dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahu...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Dr...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Indonesia, Dr. Widowati (Dr. Ike...
Lihat Profil →
Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pa...
Lihat Profil →
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr. Yulinda menjalani magang pasca sarjana dal...
Lihat Profil →