KMN Children's Exam

Oftalmologi Pediatrik di KMN EyeCare

Oftalmologi pediatrik adalah salah satu cabang ilmu kesehatan mata yang mempelajari perkembangan fungsi penglihatan anak dan kesehatan mata anak. Gangguan mata dapat terjadi kapan saja selama masa kanak-kanak, dan sedini mungkin diperlukan penanganan untuk kelainan perkembangan fungsi penglihatan guna mencapai hasil optimal serta mencegah komplikasi.

Bagian oftalmologi pediatrik KMN EyeCare menangani berbagai gangguan mata pada anak, termasuk kelainan refraksi, mata malas (ambliopia), katarak kongenital/developmental, sumbatan saluran air mata, serta gangguan retina pada anak seperti Retinopati pada Bayi Prematur. Tim Oftalmologi Pediatrik KMN EyeCare terdiri dari para profesional yang telah memiliki pengalaman sebagai dokter mata anak selama bertahun-tahun. Para Dokter Spesialis Oftalmologi Pediatrik KMN EyeCare menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak agar mereka nyaman sehingga dapat menjalani pemeriksaan dengan baik. Mereka melakukan pemeriksaan mata pada anak secara menyeluruh untuk menentukan diagnosis dan penanganan selanjutnya seperti pemberian ukuran kacamata serta tindakan bedah mata apabila diperlukan.

Oftalmologi Pediatrik: Testimoni Pasien KMN EyeCare

Ratusan anak mendatangi ahli oftalmologi pediatrik KMN EyeCare tiap minggunya. Kami bangga memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien, baik pasien anak-anak maupun orang tua. Di bawah ini adalah testimoni dari orang tua pasien anak kami yang telah mendapat pelayanan kami:

KMN Pediatric Optics

“Saya terkejut dengan pelayanan kesehatan mata untuk anak saya di KMN. Kami mendapat pelayanan yang baik dan para stafnya profesional. Kini anak saya dapat belajar dengan baik di sekolah.”

Bpk. Cyril Arayana

Testimoni Lainnya

Oftalmologi Pediatrik: Latar belakang

Oftalmologi pediatrik mencakup hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan mata anak. Dengan demikian, ada banyak penyakit mata yang ditangani oleh bagian oftalmologi pediatrik. Kelainan mata pada anak yang paling sering dijumpai, terutama ketika anak memasuki usia pra-sekolah dan sekolah dasar, adalah kelainan refraksi, yang terdiri dari rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan kelainan pada kelengkungan mata (astigmatisme). Jika tidak ditangani, beberapa gangguan refraksi ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti mata malas (ambliopia) atau mata juling (strabismus). Gangguan mata lainnya yang dapat ditemui pada anak di antaranya:

  • Sumbatan pada saluran air mata
  • Mata Juling (Strabismus)
  • Infeksi pada mata
  • Alergi pada mata
  • Katarak
  • Retinopati pada Bayi Prematur
  • Kelainan retina lainnya
  • Kelopak mata turun
  • Tumor pada mata

Oftalmologi pediatrik: Tanda dan gejala gangguan mata pada anak

Tidak semua anak dengan gangguan mata mengalami tanda dan gejala yang nyata. Sebagian anak tidak bergejala tetapi memiliki fungsi penglihatan yang tidak optimal. Skrining penglihatan pada usia 3.5-4 tahun sangat penting bagi setiap anak guna mencegah terjadinya gangguan mata yang serius.

 

Tanda dan gejala gangguan mata yang dapat ditemui pada anak di antaranya:

  • Nistagmus (mata bergoyang)
  • Memicingkan mata
  • Pandangan kabur
  • Senang melihat dari jarak dekat (misalnya: selalu mendekat ke televisi atau memposisikan buku dekat dengan wajah)
  • Postur kepala yang tidak normal (misalnya: memiringkan/menolehkan kepala saat melihat)
  • Sering menabrak atau tersandung
  • Sering mengusap/mengucek mata
  • Sering berkedip
  • Mata berair
  • Posisi mata yang tidak sejajar (mata juling)
  • Mata merah
  • Menutup salah satu mata
  • Sakit kepala 

Apabila anak mengalami tanda dan gejala di atas, sesegera mungkin disarankan menjalani pemeriksaan pada mata anak. Penilaian fungsi penglihatan dan pemeriksaan mata lainnya dapat dilakukan bahkan sebelum anak bisa berbicara.

Oftalmologi pediatrik: Pilihan pengobatan gangguan mata pada anak

Terdapat beberapa jenis gangguan mata yang dapat terjadi pada anak dari sejak lahir hingga remaja, sehingga pengobatannya akan tergantung dari penyebab. Kelainan refraksi yang cukup signifikan akan membutuhkan koreksi dengan kacamata. Pada kasus ambliopia, tatalaksana dapat mengggunakan terapi tutup mata (eye patching) atau obat tetes pada mata yang lebih baik penglihatannya agar mata yang lemah dipaksa untuk bekerja lebih keras. Gangguan mata lainnya pada anak mungkin membutuhkan terapi medis (berupa obat-obatan topikal maupun sistemik), serta sebagian kondisi bahkan dapat memerlukan tindakan operasi.

Orang tua berperan penting dalam perkembangan anak, khususnya perkembangan fungsi penglihatan. Orang tua juga bertanggung jawab untuk menjaga kepatuhan anak terhadap terapi, serta sejak awal membawa anak untuk pemeriksaan mata. Anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara rutin, karena ada banyak gangguan mata yang dapat dideteksi dan ditangani sejak awal.

Memilih dokter di KMN EyeCare

KMN EyeCare - Dr. Annette
Dr. Annette Mariza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2004, Dr. Annette memulai karirnya di Rumah Sakit Marinir Cilandak dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

KMN EyeCare - Dr. Ari Djatikusumo
Dr. Ari Djatikusumo, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship dalam bidang bedah vitreoretina di Jepang dan Singapura, Dr. Ari kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau kemudian bergabung dengan KMN EyeCare untuk memperkuat divisi retina kami.

KMN EyeCare - Dr. Arief
Dr. Arief Wildan, SpM

Dr. Arief bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang pada tahun 2010 dan menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Thailand pada tahun 2012-2013.

KMN EyeCare - Dr. Bondan
Dr. Bondan Harmani, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata, Dr. Bondan bergabung dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

KMN EyeCare - Dr. Danang
Dr. Danang Dwinaryono, SpM

Dr. Danang bergabung dengan KMN EyeCare setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013.

KMN EyeCare - Dr. Eko Karim
Dr. Eko Firdianto Karim, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Lions Eye Institute Perth Australia, Dr. Eko bergabung dengan KMN EyeCare divisi retina.

KMN EyeCare - Dr. Emil Sjahreza
Dr. Emil F. Sjahreza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Emil praktek di KMN EyeCare Semarang antara tahun 2010 hingga 2012. Beliau kemudian menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Sydney Eye Hospital, di mana beliau terlibat dalam 1.105 kasus bedah vitreoretina. Dari semua kasus itu, beliau bertanggung jawab penuh terhadap 750 kasus tanpa pengawasan.

Dr. Hadi Prakoso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1989, Dr. Hadi menjalani wajib kerja dokter spesialis di Bali selama 18 bulan, kemudian bekerja sebagai dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia antara tahun 1992-2001.

KMN EyeCare - Dr. Henry
Dr. Henry Warouw, SpM

Dr. Henry bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010.

Dr. Sudarmadji
Dr. Ira Sudarmadji, SpM

Dr. Ira bergabung dengan KMN EyeCare sejak awal beroperasi pada tahun 2004 dan terus melakukan praktik dalam pengobatan katarak, bedah plastik mata, dan LASIK.

KMN EyeCare - Dr. Barliana
Dr. Julie Dewi Barliana, M Biomed, SpM

Dr. Julie memperoleh gelar dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dimana sebelumnya beliau juga menyelesaikan pendidikan Dokter Umum dan Magister Ilmu Biomedik dari universitas yang sama.

KMN EyeCare - Dr. Lumongga
Dr. Lumongga B. S., SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1970, Dr. Lumongga menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dengan fokus pada Kedokteran Mata Anak (Oftalmologi Pediatrik).

KMN EyeCare- Dr. Martin Sondak
Dr. Martin Sondak, SpM

Dr. Martin segera bergabung dengan tim kami di KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2010.

KMN EyeCare - Dr. Maya E. Suwandono
Dr. Maya E. Suwandono, SpM

Dr. Maya bergabung dengan tim KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2010. Beliau melakukan operasi LASIK, operasi pada glaukoma, dan katarak.

KMN EyeCare - Dr. Sjahbudi Saleh
Dr. Moh. Sjahbudi Saleh, SpM

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada tahun 1985, Dr. Sjahbudi bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) dan ditempatkan di sejumlah pangkalan udara militer di Indonesia.

KMN EyeCare - Dr. Rasoebala
Dr. R. Viktor Rasoebala, SpM

Setelah lulus dari program pendidikan dokter spesialis kedokteran mata di Universitas Indonesia, Dr. Viktor bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

KMN EyeCare - Dr. Ricky
Dr. Ricky E. Rooroh, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2002, Dr. Ricky menjalani beberapa fellowship sebelum akhirnya bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Rien
Dr. Rien Widyasari, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Rien segera bergabung dengan KMN EyeCare.

Dr. Rifna Lutfiamida
Dr. Rifna Lutfiamida, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003, Dr. Rifna bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2004 dan memiliki keahlian dalam pengobatan infeksi mata, katarak, lensa kontak, serta LASIK.

KMN EyeCare - Dr. Rini Hersetyati
Dr. Rini Hersetyati, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000, Dr. Rini menjalani pelatihan tambahan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Jakarta Eye Center (JEC) sebelum akhirnya bergabung di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Supit
Dr. S.M.I. Supit, PhD, SpM

Dr. Supit lulus dari Universitätsklinikum der Goethe Medical School di Jerman pada tahun 1981 dan menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1986.

KMN EyeCare - Dr. Sjakon
Dr. Sjakon G. Tahija, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship vitreoretina di Lions Eye Institute, Perth, Australia pada tahun 1994, Dr. Sjakon kembali ke Indonesia dan praktek sebagai seorang Dokter Konsultan Vitreoretina.

KMN EyeCare - Dr. Soeharnila
Dr. Soeharnila, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dan beberapa fellowship, Dr. Nila segera bergabung dengan KMN EyeCare sejak mulai beroperasi pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Upik
Dr. Upik Mahna Dewi, SpM

Setelah lulus sebagai seorang dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003, Dr. Upik praktek di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

Dr. Vinsensius G. Budiman, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Dr. Vinsen praktek di Rumah Sakit Medistra dan bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Wijarso
Dr. Widowati S. Wijarso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Indonesia, Dr. Widowati (Dr. Ike) melanjutkan mengikuti fellowship dalam bidang glaukoma di The New York Eye and Ear Infirmary, New York, Amerika Serikat.

KMN EyeCare - Dr. Wulan
Dr. Wulan Aprianti, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Wulan bekerja di Rumah Sakit Royal Progress selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2013.

KMN EyeCare - Dr. Yulinda Soemiatno
Dr. Yulinda I. Soemiatno, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr. Yulinda menjalani magang pasca sarjana dalam bidang kedokteran mata anak (oftalmologi pediatrik) dan mata juling (strabismus).

Sorry, we did not find a doctor matching your filter request.