Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan? Kenali Waktu yang Tepat!

02 September 2026
Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan? Kenali Waktu yang Tepat!

Awalnya mungkin hanya tulisan di ponsel yang terasa sedikit buram. Lama-kelamaan, lampu kendaraan di malam hari mulai tampak lebih menyilaukan, atau Anda merasa harus berkali-kali mengganti ukuran kacamata. Banyak orang menganggap keluhan seperti ini sebagai bagian dari proses penuaan. Padahal, bisa jadi itu merupakan tanda katarak yang mulai memengaruhi kualitas penglihatan.

Sayangnya, masih banyak yang memilih menunda pemeriksaan karena percaya bahwa katarak harus "matang" sebelum dioperasi. Akibatnya, tidak sedikit pasien baru berkonsultasi ketika penglihatannya sudah jauh lebih terganggu dan aktivitas sehari-hari mulai terasa tidak nyaman.

Faktanya, anggapan tersebut tidak lagi sepenuhnya benar. Berkat kemajuan teknologi operasi katarak, dokter kini dapat merekomendasikan tindakan lebih dini apabila katarak sudah memengaruhi kualitas penglihatan atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, kapan sebenarnya operasi katarak perlu dilakukan? Apakah setiap orang yang didiagnosis katarak harus segera menjalani operasi, atau ada kondisi tertentu yang masih dapat dipantau? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Katarak?

Katarak adalah kondisi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik ke retina sehingga penglihatan terasa buram, berkabut, atau tidak setajam biasanya.

Kondisi ini paling sering terjadi sebagai bagian dari proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, protein di dalam lensa mata mengalami perubahan sehingga perlahan membentuk kekeruhan. Meski demikian, katarak tidak hanya dialami oleh lansia. Kondisi ini juga dapat dipicu oleh diabetes, cedera pada mata, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet, hingga faktor bawaan sejak lahir.

Yang perlu dipahami, katarak umumnya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhannya mungkin terasa ringan sehingga sering kali dianggap sebagai perubahan penglihatan biasa. Padahal, seiring waktu, kekeruhan pada lensa akan semakin bertambah dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa keluhan yang paling sering dirasakan meliputi:

  • Penglihatan buram atau berkabut.
  • Mata lebih mudah silau, terutama saat melihat lampu di malam hari.
  • Warna terlihat lebih pudar atau kusam.
  • Sulit membaca meski sudah menggunakan kacamata.
  • Ukuran kacamata sering berubah, tetapi penglihatan tetap terasa kurang jelas.

Karena gejalanya muncul secara bertahap, tidak sedikit orang baru menyadari adanya katarak ketika penglihatan mulai mengganggu pekerjaan, hobi, atau aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata secara rutin, terutama setelah usia 40 tahun, penting dilakukan agar perubahan pada lensa mata dapat terdeteksi lebih awal.

Baca Juga: Ciri-Ciri Mata Katarak: Kenali Gejalanya Sejak Dini dan Cara Mengatasinya

Kapan Operasi Katarak Sebaiknya Dilakukan?

Tidak ada patokan yang sama untuk semua pasien mengenai kapan operasi katarak perlu dilakukan. Ada orang yang masih merasa nyaman beraktivitas meski sudah memiliki katarak, sementara ada pula yang mulai kesulitan menjalani rutinitas meskipun kekeruhan pada lensa belum terlalu berat.

Oleh karena itu, dokter tidak hanya melihat seberapa "parah" katarak, tetapi juga menilai apakah kondisi tersebut sudah memengaruhi kualitas penglihatan dan aktivitas sehari-hari. Secara umum, operasi mulai dipertimbangkan apabila manfaat yang diperoleh pasien dinilai lebih besar dibandingkan jika tindakan ditunda.

Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan untuk menjalani operasi katarak.

1. Penglihatan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari

Salah satu tanda paling umum adalah ketika penglihatan yang buram mulai memengaruhi aktivitas rutin. Misalnya, membaca buku atau pesan di ponsel menjadi lebih sulit, menonton televisi terasa kurang jelas, memasak tidak lagi senyaman dulu, atau kesulitan mengenali wajah orang dari kejauhan. Jika keluhan seperti ini mulai mengurangi kenyamanan atau kemandirian dalam beraktivitas, sebaiknya jangan menunda konsultasi dengan dokter spesialis mata.

2. Sulit mengemudi, terutama pada malam hari

Bagi sebagian orang, keluhan yang paling mengganggu justru muncul saat berkendara di malam hari. Cahaya dari lampu kendaraan atau lampu jalan dapat terasa lebih menyilaukan, bahkan tampak membentuk lingkaran (halo). Kondisi ini dapat membuat penglihatan menjadi kurang jelas dan mengurangi kenyamanan maupun keamanan saat mengemudi.

3. Penglihatan tetap buram meski sudah memakai kacamata

Tidak semua gangguan penglihatan dapat diatasi hanya dengan mengganti ukuran kacamata. Jika penyebab utamanya adalah katarak, penglihatan biasanya tetap terasa buram meski resep kacamata sudah disesuaikan. Dalam kondisi ini, operasi menjadi terapi yang dapat mengatasi penyebabnya, yaitu lensa mata yang telah mengalami kekeruhan.

4. Katarak mulai mengganggu pekerjaan atau aktivitas tertentu

Kebutuhan penglihatan setiap orang tentu berbeda. Seorang pengemudi, tenaga kesehatan, guru, desainer, atau siapa pun yang pekerjaannya membutuhkan ketelitian visual mungkin akan lebih cepat merasakan dampak katarak dibandingkan orang yang aktivitasnya tidak terlalu bergantung pada ketajaman penglihatan. Nantinya, dokter juga akan mempertimbangkan jenis pekerjaan, hobi, dan kebutuhan visual masing-masing pasien sebelum menentukan waktu operasi.

5. Katarak menghambat pemeriksaan atau penanganan penyakit mata lain 

Pada beberapa kasus, kekeruhan lensa yang semakin berat dapat menyulitkan dokter untuk melihat bagian dalam mata, termasuk retina. Padahal, pemeriksaan retina sangat penting, terutama pada pasien dengan diabetes, degenerasi makula, atau penyakit mata lainnya. Jika kondisi tersebut menghambat evaluasi maupun pengobatan penyakit mata lain, dokter dapat merekomendasikan operasi katarak agar penanganan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa kondisi di atas, bukan berarti operasi harus segera dilakukan saat itu juga. Namun, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa pemeriksaan oleh dokter spesialis mata tidak sebaiknya ditunda. Keputusan tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis mata. Dengan mempertimbangkan kondisi mata, keluhan yang dirasakan, serta kebutuhan visual pasien, dokter dapat menentukan waktu operasi yang paling tepat.

Baca Juga: Fakta Operasi Katarak: Aman, Cepat, dan Tidak Menakutkan

Apa yang Terjadi Jika Operasi Ditunda Terlalu Lama?

Tidak semua pasien yang didiagnosis katarak perlu segera menjalani operasi. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan atau dibiarkan tanpa pemantauan.

Seiring waktu, kekeruhan pada lensa mata akan terus berkembang. Lensa dapat menjadi semakin padat sehingga, pada beberapa kasus, prosedur operasi bisa menjadi lebih kompleks dibandingkan jika dilakukan saat katarak belum terlalu lanjut.

Di sisi lain, penurunan penglihatan juga dapat memengaruhi kualitas hidup. Aktivitas yang sebelumnya terasa sederhana, seperti membaca, memasak, berjalan di tempat yang redup, atau mengenali wajah orang lain, bisa menjadi semakin sulit dilakukan.

Pada kondisi yang sudah sangat lanjut, jika dibiarkan katarak dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi tertentu, seperti peningkatan tekanan di dalam mata akibat perubahan pada lensa dan kebutaan. Meski tidak semua pasien akan mengalami kondisi ini, risiko tersebut menjadi salah satu alasan mengapa katarak sebaiknya tidak dibiarkan tanpa evaluasi oleh dokter spesialis mata.

Perlu diingat, tujuan operasi katarak bukan hanya mengangkat lensa yang keruh. Yang tidak kalah penting adalah membantu pasien mempertahankan kualitas penglihatan sehingga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.

Bagaimana Dokter Menentukan Waktu Operasi?

Setiap pasien memiliki kondisi mata dan kebutuhan yang berbeda, sehingga kapan operasi katarak dilakukan tidak ditentukan hanya dari seberapa buram penglihatannya atau seberapa keruh lensa mata.

Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menilai berbagai hal, antara lain:

  • Ketajaman penglihatan.
  • Keluhan yang dirasakan pasien.
  • Seberapa besar gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
  • Kondisi kornea, retina, dan saraf mata.
  • Adanya penyakit penyerta, seperti diabetes atau glaukoma.
  • Kebutuhan visual sesuai pekerjaan maupun gaya hidup.

Sebagai contoh, dua pasien dapat memiliki tingkat katarak yang hampir sama, tetapi belum tentu memerlukan operasi pada waktu yang sama. Seorang pengemudi atau tenaga kesehatan, misalnya, mungkin membutuhkan ketajaman penglihatan yang optimal sehingga operasi dapat dipertimbangkan lebih awal. Sebaliknya, pasien lain yang masih dapat beraktivitas dengan nyaman mungkin cukup dipantau terlebih dahulu.

Inilah mengapa keputusan operasi selalu bersifat individual. Dokter akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan mata secara menyeluruh, keluhan yang dirasakan, serta kebutuhan visual setiap pasien sebelum merekomendasikan tindakan yang paling sesuai.

Baca Juga: Biaya Operasi Katarak di Rumah Sakit di Jakarta

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Tidak semua pasien yang didiagnosis katarak perlu segera menjalani operasi. Jika keluhan masih ringan, penglihatan belum mengganggu aktivitas sehari-hari, dan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mata masih stabil, dokter dapat menyarankan pemantauan berkala. Namun, pemantauan bukan berarti mengabaikan katarak. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memantau perkembangan katarak dan memastikan penanganan yang diberikan tetap sesuai dengan kondisi mata.

Pada akhirnya, tidak ada patokan yang sama untuk semua pasien mengenai kapan operasi katarak perlu dilakukan. Keputusan tersebut bergantung pada kondisi mata, keluhan yang dirasakan, serta kebutuhan visual masing-masing pasien. Jika Anda mulai merasakan penglihatan buram, lebih mudah silau, atau aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan mata.

Di KMN EyeCare, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menilai kondisi katarak serta menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Jika Anda mulai merasakan penglihatan buram, lebih mudah silau, atau ingin mengetahui apakah sudah waktunya menjalani operasi katarak, jangan ragu untuk membuat janji konsultasi dengan dokter spesialis mata di KMN EyeCare

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan Anda