FAQ - Pertanyaan yang Sering Diajukan
Temukan jawaban untuk pertanyaan Anda tentang layanan kami
Pertanyaan & Jawaban
Menampilkan 73 Pertanyaan
Gejala yang biasanya berkaitan dengan kerusakan atau penyakit retina meliputi penurunan ketajaman penglihatan, metamorfopsia (gangguan pada bentuk objek yang dilihat, misalnya garis lurus terlihat seperti bengkok), kilatan cahaya, bintik hitam yang melayang-layang pada lapang pandang (floaters), terjadi penyempitan pada lapang pandang secara tiba-tiba, dan riwayat trauma atau kecelakaan. Beberapa gejala ini dapat timbul saat perubahan pada retina masih sangat ringan, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan yang cermat dan menyeluruh.
Para dokter mata kami memeriksa berbagai gangguan medis retina setiap harinya. Gangguan ini meliputi retinopati diabetik dan edema makula diabetik, degenerasi makula terkait usia/age-related makular degeneration (AMD), Polypoidal Choroidal Vasculopathy (PCV), central serous chorioretinopathy (CSR), retinopati prematuritas, serta gangguan lainnya yang lebih jarang dijumpai. Kondisi-kondisi ini membutuhkan pemeriksaan yang akurat sebelum pengobatan dimulai agar dapat mencapai hasil pengobatan yang terbaik. Kami memiliki alat diagnostik vitreoretina mulai dari yang tidak invasif seperti ultrasonografi, Optical Coherence Tomography (OCT), hingga yang lebih invasif seperti Fluorescein angiography (FFA) dan Indocyanine Green Angiography (ICGA). Hingga kini, KMN EyeCare adalah satu-satunya rumah sakit mata/klinik mata di Indonesia yang memiliki fasilitas ICGA.
Pengobatan lainnya dalam bidang medical retina adalah injeksi obat secara intravitreal langsung ke dalam rongga vitreous yang terletak pada bagian tengah mata. Kami juga menyediakan fotokoagulasi laser, baik menggunakan fotokoagulasi laser konvensional maupun terapi fotodinamik/photodynamic therapy (PDT, atau โLaser Dinginโ) dengan menggunakan verteporfin (Visudyneยฎ). Sama halnya dengan ICGA, KMN EyeCare adalah satu-satunya rumah sakit mata/klinik mata di Indonesia yang menyediakan PDT. Kami juga menjumpai banyak kasus perdarahan subretina, yang seringkali diakibatkan oleh Polypoidal Choroidal Vasculopathy (PCV, suatu jenis degenerasi makula yang umum dijumpai pada orang Asia) stadium akhir. Ini diobati dengan injeksi intravitreal yang terdiri dari kombinasi obat untuk mengencerkan darah dan gas untuk memindahkan darah dari bawah bagian pusat retina, yang dikenal sebagai makula.
Kombinasi antara para dokter mata kami yang berpengalaman serta alat diagnostik dan terapi yang terkini memungkinkan KMN EyeCare untuk memberikan pengobatan retina secara medis dengan mutu yang tinggi bagi para pasien kami di seluruh Indonesia.
Ada masa di mana satu-satunya pengobatan yang tersedia bagi gangguan tertentu pada makula, seperti misalnya wet age related makular degeneration (wet AMD), neovaskularisasi retina akibat gangguan pembuluh darah, dan edema makula diabetik, adalah fotokoagulasi laser. Laser digunakan pada para pasien ini untuk mencegah perburukan yang lebih lanjut pada penglihatan mereka. Namun, laser tersebut tidak memperbaiki penglihatan.
Hingga pada akhirnya diperkenalkanlah obat-obatan yang disebut sebagai anti faktor pertumbuhan endotel vascular/anti-Vascular Endothelial Growth Factor (anti VEGF), di mana obat-obatan tersebut bukan hanya mencegah perburukan, tapi juga dapat memperbaiki penglihatan mereka dalam kasus-kasus tadi. Zat-zat ini disuntikkan secara langsung ke dalam rongga vitreous pada bagian tengah mata dengan interval tertentu agar dapat menghentikan perkembangan penyakit dan bahkan mengembalikan fungsi retina. Dengan demikian, metode ini memberikan hasil yang lebih baik secara struktural dan fungsional.Terdapat lima zat anti VEGF yang digunakan secara luas saat ini: Aflibercept (Eylea), Ranibizumab (Patizra), Bevacizumab (Avastin), Brolucizumab (Pagenax) dan Faricimab (Vabysmo). Di KMN EyeCare, proses penyuntikan obat dilakukan dalam lingkungan yang steril di ruang operasi kami.
Mengingat pentingnya zat-zat ini sebagai pengobatan lini pertama dari berbagai gangguan retina, maka menjadi prioritas bagi kami di KMN EyeCare untuk memastikan bahwa mereka tersedia setiap waktu di semua rumah sakit mata/klinik mata kami. Selain itu, kami menyediakan harga yang sangat bersaing untuk injeksi ini dalam rangka memastikan kemudahan bagi semua orang yang membutuhkan pengobatan tersebut untuk memperolehnya.
Dokter spesialis bedah vitreoretinal kami sangat berpengalaman melakukan operasi vitreoretinal baik secara elektif maupun darurat setiap harinya. Operasi ini meliputi vitrektomi, scleral buckle, maupun kombinasi keduanya. Tidak seperti rumah sakit mata/klinik mata lainnya yang secara rutin masih melakukan operasi dengan menggunakan bius umum, hampir semua operasi vitreoretina kami dilakukan dengan menggunakan bius lokal yang mana lebih aman bagi para pasien kami saat menjalani operasi serta membantu pemulihan setelah operasi yang lebih cepat.
Selain kondisi retina yang umum seperti ablasio retina (terlepasnya retina dari dinding dalam bola mata), kami juga melakukan operasi untuk kasus-kasus retina yang lebih rumit. Ini meliputi kondisi yang disebabkan oleh kecelakaan atau trauma, termasuk pengeluaran benda asing dari intraokular; operasi untuk mengatasi jaringan parut pada makula (macular pucker/epiretinal membrane) dan macular hole (lubang pada makula); retinopati prematuritas; dan tractional retinal detachment akibat retinopati diabetic atau proses proliferatif lainnya. Lebih jauh lagi, selain menangani pasien-pasien yang secara langsung datang ke KMN EyeCare untuk memperoleh pengobatan retina, kami juga melakukan banyak operasi pada kasus-kasus rujukan yang dikirimkan kepada kami oleh rumah sakit mata/klinik mata lainnya di seluruh Indonesia.
Di samping kegiatan klinis mereka di KMN EyeCare, para dokter mata kami juga dikenal sebagai pengajar/dosen dan pelatih di bidang vitreoretina baik di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.
OPTOS adalah alat diagnostik yang paling baru pada teknologi yang dimiliki oleh KMN EyeCare dalam bidang retina. KMN EyeCare adalah pusat layanan mata pertama di Indonesia yang memanfaatkan OPTOS. OPTOS adalah alat fotografi diagnostik untuk retina yang dapat menghasilkan gambar retina 200 derajat dalam satu kali foto, yang disebut sebagai โoptomap.โ Kemampuan untuk menangkap gambar seluas itu penting untuk mendeteksi kelainan retina di bagian perifer, seperti misalnya robekan atau lubang pada retina, tumor, atau daerah dengan perfusi darah yang tidak memadai akibat retinopati diabetik atau penyakit pembuluh darah lainnya. Kadang kala, kelainan ini tampak di bagian perifer sebelum menyebar ke bagian tengah di belakang mata. Dengan demikian, dapat mendeteksi penyakit ini pada stadium dini, saat masih terletak di bagian perifer, bermanfaat bagi dokter dan pasien dalam mengobati mata pasien. Deteksi dini ini mengurangi biaya pengobatan seraya mempertahankan penglihatan pasien.
Heidelberg Spectralisยฎ adalah alat yang bersifat multidiagnostik yang dapat melakukan tiga pekerjaan secara bersamaan, yaitu Optical Coherence Tomography (OCT), Fluorescein Angiography (FA) dan Indocyanine Green Angiography (ICGA), sehingga secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan prosedur-prosedur ini. Keunggulan lain dari Heidelberg Spectralisยฎ adalah dapat memproduksi gambar video dalam โ(secara real time)โ pada tahap awal angiografi, yang merupakan kunci untuk mengidentifikasi kelainan ringan pada retina yang mungkin dapat terlewatkan bila menggunakan prosedur yang hanya menangkap gambar saja dan bukan video.
Heidelberg Spectralisยฎ juga memungkinkan para klinisi untuk membandingkan kondisi dari bagian-bagian tertentu pada retina melalui waktu pemeriksaan yang berbeda. Ini sangatlah penting dalam kasus gangguan retina jangka panjang, seperti misalnya degenerasi makula (AMD), untuk menentukan apakah pengobatan yang sedang berjalan masih tetap efektif atau dibutuhkan pengobatan yang lain. Hal ini sangat memperbaiki hasil akhir dari pengobatan penyakit retina.
Memeriksa retina bayi dapat menjadi suatu tantangan karena anak kecil seringkali tidak dapat diam ketika berada di hadapan perlengkapan pencitraan konvensional. Meski demikian, ada sejumlah kondisi retina yang spesifik pada bayi yang membutuhkan rangkaian pemeriksaan retina, seperti misalnya Retinopati pada Bayi Prematur. Retcam Natus Envision adalah sebuah alat pencitraan yang memudahkan proses diagnostik pada situasi seperti itu, karena alatnya dipegang dengan tangan oleh dokter dan dengan demikian dapat digunakan pada posisi apapun. Alat ini memungkinkan klinisi untuk memantau kondisi retina pada bayi prematur sehingga Retinopati pada Bayi Prematur dapat diidentifikasi sedini mungkin. Batas peluang untuk mengobati Retinopati pada Bayi Prematur sangatlah sempit dan pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan bayi kehilangan penglihatan secara permanen. Oleh sebab itu, Retcam Natus Envision memainkan peran yang sangat penting dalam mengidentifikasi kondisi tersebut.
Di samping menghasilkan foto dan video berwarna dari mata seorang bayi, Retcam Natus Envision juga dapat melakukan Fluorescein Angiography (FA) yang merekam vaskularisasi di seluruh retina. KMN EyeCare adalah institusi kesehatan pertama di Indonesia yang menggunakan RetCam dan merupakan satu-satunya institusi yang melakukan RetCam FA di Indonesia.
Penyebab utama katarak adalah proses degenerasi akibat penuaan. Penyebab lainnya meliputi trauma/kecelakaan, peradangan pada mata, kelainan bawaan, dan kondisi-kondisi lain yang lebih jarang ditemui.
Gejala katarak yang biasa mendorong pasien untuk berobat meliputi penurunan tajam penglihatan, pandangan kabur atau buram, berkurangnya kemampuan melihat warna dan kecerahan penglihatan, kesulitan mengemudi di malam hari, dan sering berganti ukuran kacamata. Pada kondisi yang lebih parah, katarak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara total (kebutaan). Dengan peralatan operasi katarak terbaru, KMN EyeCare menawarkan operasi katarak yang dapat dilakukan sejak tahap katarak yang paling awal sehingga penglihatan pasien dapat kembali sepenuhnya.