Operasi LASIK – Persiapan, Pelaksanaan, dan Tindakan Lanjutan

 05/04/19

Narasumber: Dr. Monika Yuke Lusiani, SpM

operasi lasik

LASIK sebagai singkatan dari Laser-Assisted in Situ Keratomileusis merupakan operasi yang menggunakan laser untuk memperbaiki kelainan refraksi pada mata. Namun, bukan berarti LASIK dapat memperbaiki segala gangguan mata.

Secara spesifik, manfaat LASIK adalah untuk membantu memperbaiki kelainan refraksi:

  • Miopia atau rabun jauh,
  • Hipermetropia
  • Dan astigmatisma atau mata silindris.

LASIK dapat membantu menghilangkan ketergantungan pada alat bantu baca seperti kacamata dan lensa kontak pada penderita kelainan refraksi tersebut. Tak heran, semakin banyak orang yang menggembor-gemborkan LASIK sebagai solusi permanen untuk bebas dari alat bantu baca.

Popularitas LASIK kian meningkat. Namun masih banyak yang belum mengerti bagaimana sebenarnya prosedur operasi LASIK dilakukan.

Di artikel ini, KMN EyeCare akan menerangkan tahap-tahap:

  1. Sebelum operasi LASIK
  2. Saat operasi LASIK
  3. Sesudah operasi LASIK

Tahapan-tahapan dalam artikel ini mungkin dapat berbeda-beda dari satu pasien dengan yang lainnya. Informasi yang ada di dalam artikel ini juga tidak ditujukan untuk menjadi pengganti konsultasi medis dengan dokter mata.

Untuk mengetahui gambaran LASIK secara keseluruhan, klik di sini. Untuk konsultasi dengan dokter mata di KMN EyeCare, klik di sini.

Persiapan Sebelum Operasi LASIK

Ketika seseorang memutuskan untuk menjalani LASIK, tidak serta-merta dapat mengambil antrian jadwal operasi selanjutnya. Evaluasi dokter dan sejumlah pemeriksaan menyeluruh dibutuhkan untuk menentukan seseorang dapat menjadi kandidat LASIK atau tidak.

Evaluasi dan Pemeriksaan Awal

Dalam konsultasi awal dengan dokter, calon kandidat LASIK dianjurkan untuk memaparkan riwayat medis dan kondisi mata, baik di masa lalu maupun yang aktual. Calon kandidat LASIK juga wajib memberitahu mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi, bila ada. Terlebih lagi, jika ada riwayat alergi obat.

Kemudian secara umum, terdapat beberapa persyaratan dasar agar seseorang dapat menjadi kandidat LASIK, yakni:

  • Berusia 18 tahun atau lebih,
  • Memiliki mata yang sehat,
  • Memiliki penglihatan yang stabil,
  • Tidak sedang menyusui atau hamil,
  • Tidak menderita diabetes,

Selain itu, LASIK juga memiliki batasan ukuran kelainan refraksi seseorang. Kebanyakan, LASIK dapat mengobati kelainan refraksi yang meliputi:

  • rabun jauh/myopia  hingga 12 Dioptre,
  • mata silinder +/ 6 Dioptre,
  • hipermetropia hingga 8 Dioptre

Konsultasi dengan dokter lalu dilanjutkan dengan sejumlah pemeriksaan menyeluruh, seperti:

1.      Pemeriksaan refraksi

Terdapat dua jenis pemeriksaan refraksi. Pertama adalah pemeriksaan autorefraksi. Jenis ini menggunakan mesin khusus yang dapat memfokuskan cahaya secara akurat pada retina. Komputer mesin ini kemudian dengan cepat membaca dan memberi angka ukuran kacamata atau lensa kontak yang dibutuhkan.

Namun tak berhenti di situ, agar lebih akurat, perlu dilakukan pemeriksaan refraksi manual. Alat bernama phoropter digunakan untuk mengukur kelainan refraksi yang ada. Pasien akan diminta untuk memakai instrumen yang berbentuk kacamata, di mana berbagai jenis lensa akan dipasang, sambil membaca objek yang diarahkan oleh petugas refraksi.

2.      Pengukuran tekanan intraokular

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur tekanan intraokular atau tekanan di dalam mata ini disebut sebagai pemeriksaan tonometry non-kontak. Pasien akan diminta untuk memposisikan kepala pada sebuah alat yang disebut tonometer. Kemudian, akan ada hembusan-hembusan lembut ke arah mata dari tonometer.

Setelah evaluasi dan pemeriksaan awal dilakukan, dokter akan menerangkan hasilnya dengan pertimbangan apakah pasien memiliki kemungkinan untuk menjalani LASIK atau tidak. Di tahap ini, pasien berhak (dan bahkan sangat dianjurkan) untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai LASIK.

Dokter pun berkewajiban untuk menjelaskan prosedur LASIK dari awal hingga akhir, dari manfaat hingga risikonya, dan sebagainya. Ketika pasien memenuhi persyaratan dasar dan telah mendapat informasi yang cukup, keputusan untuk melakukan LASIK dapat diambil dengan lebih mudah.

Pemeriksaan Pra LASIK

Usai pemeriksaan awal, pasien kemudian menentukan apabila ingin menjalani LASIK. Maka, langkah selanjutnya adalah melakukan sejumlah pemeriksaan komprehensif yang meliputi:

1.      Topografi (pemetaan) kornea

Tindakan LASIK dilakukan pada bagian kornea mata. Maka itu, perlu dilakukan topografi kornea atau pemetaan kornea yang akurat. Pasalnya, tiap mata orang bersifat unik alias berbeda-beda satu sama lain, layaknya sidik jari atau DNA.

Alat topografi kornea dapat menghasilkan deskripsi yang mendetail dan bahkan visual mengenai bentuk dan kekuatan kornea. Hasil pemeriksaan ini akan dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan lainnya untuk menentukan seberapa dalam lapisan kornea yang akan dibuka dan bagaimana pola ablasinya.

2.      Pemeriksaan produksi air mata

Kesehatan mata sebelum operasi sangat penting dalam menentukan keberhasilan LASIK, termasuk dalam menghindari risiko. Mata kering artinya tidak sehat. Jika terdeteksi, pasien akan diberikan perawatan terhadap mata kering terlebih dahulu, sebelum dapat menjadwalkan operasi LASIK.

3.     Pengukuran ketebalan kornea

Faktor ketebalan kornea sangat menentukan apabila seseorang dapat menjalani LASIK atau tidak. Terdapat perhitungan khusus dalam melakukan LASIK, misalnya: berapa sisa ketebalan kornea usai digerus saat LASIK, ketebalan lapisan kornea yang digerus berbeda untuk masing-masing ukuran kelainan refraksi, dan semacamnya.

Jadi, jika kornea dinyatakan terlalu tipis, artinya tidak memenuhi standar minimum ketebalan kornea untuk LASIK. Pasien pun dinyatakan tidak dapat menjadi kandidat LASIK.

4.      Specular microscope

Alat ini digunakan untuk mengetahui jika terdapat penyakit atau gangguan pada kornea.

5.      Pemeriksaan laboratorium

Tiap tindakan bedah memerlukan prosedur pengecekan gula darah di laboratorium. Tak terkecuali, operasi LASIK.

6.      Pemeriksaan mata secara fisik.

Dalam pemeriksaan ini, dokter dapat memberi obat tetes mata untuk membesarkan pupil. Gunanya adalah untuk memeriksa kesehatan retina.

Ketika pasien telah menjalani seluruh pemeriksaan komprehensif di atas, barulah dokter dapat menentukan apabila seseorang dapat menjalani LASIK. Operasi LASIK pun dapat dijadwalkan.

Pantangan dan Kewajiban Pra LASIK

Tak hanya pemeriksaan, terdapat juga beberapa pantangan dan kewajiban yang harus dijalani calon pasien LASIK, seperti berikut:

Beberapa minggu sebelum hari operasi

Lensa kontak dapat mengubah bentuk kornea seseorang. Maka itu, calon pasien LASIK diwajibkan untuk menanggalkan softlens selama 2 minggu dan hardlens selama 3 minggu sebelum operasi.

Beberapa dokter bahkan mewajibkan calon pasien untuk menanggalkannya sebelum pemeriksaan pra LASIK. Pasalnya, bisa terjadi kemungkinan bahwa pemetaan kornea tidak akurat karena bentuknya berubah, misalnya. Menanggalkan lensa kontak selama beberapa minggu sebelum pemeriksaan pra LASIK dapat mengembalikan bentuk kornea yang alami.

Sehari sebelum hari operasi

Dokter akan mewajibkan pasien LASIK untuk memberi istirahat secukupnya terhadap mata. Ini termasuk lepas dari layar gadget.

Selain itu, mata juga perlu dibebaskan dari berbagai makeup. Jika ada kotoran-kotoran yang masuk ke mata, bersihkan dengan cairan khusus.

Organisasi transportasi saat pulang dari operasi juga penting dilakukan. Pasien LASIK tidak diperbolehkan untuk langsung menyetir seusai menjalani operasi.

Di hari operasi

Penggunaan makeup jelas tidak diperbolehkan di hari operasi. Ini termasuk lotion atau cream wajah. Tak hanya itu, hindari pemakaian parfum atau cologne, apalagi yang berlebihan. Ini semua untuk menjauhi risiko infeksi.

Pasien yang merasa gugup menjelang operasi harus menginformasikannya kepada dokter ataupun staff medis yang akan menanganinya. Beberapa dokter bisa juga memberi obat penenang untuk mengatasi kegelisahan yang berlebihan.

Saat Pelaksanaan Operasi LASIK

Sesudah memasuki ruangan operasi, pasien LASIK akan duduk dan diberikan obat bius yang berupa obat tetes mata (tanpa suntikan). Mata akan dibersihkan dan dipasangkan alat khusus yang bertugas membuka kelopak mata sepanjang operasi.

Ketika obat bius sudah bekerja, dokter akan memulai proses pembukaan lapisan kornea atau flap (in situ) dengan menggunakan laser atau pisau microkeratome. Metode laser tentu lebih akurat.

Pasien tetap dapat melihat di tahap ini, meski dengan tingkat keburaman yang berbeda-beda. Ada juga pasien yang pernah melaporkan bahwa penglihatan jadi putih semua saat proses ini berlansung.

Setelah flap dibuat sesuai bentuk mata masing-masing orang yang unik, kemudian dilipat dengan hati-hati untuk menyingkap bagian kornea yang akan dibentuk dengan laser. Proses ini seluruhnya memakan waktu sekitar 10 hingga 40 detik, tergantung jenis teknologi yang dipakai saat pembukaan flap.

Setelah flap dilipat, sebuah alat laser akan diposisikan persis di atas mata pasien. Catatan: laser yang digunakan untuk membuka flap berbeda dengan laser di tahap ini. Laser untuk membuka flap disebut femtosecond laser. Sedangkan laser yang digunakan untuk membentuk kembali bagian kornea adalah excimer laser.

Pasien akan diminta untuk melihat ke arah suatu cahaya agar tidak pandangan tidak bergerak kemana-mana. Ini sangat penting dilakukan agar tidak mengganggu proses saat laser membentuk bagian kornea.

Laser pun mulai membentuk ulang kornea (keratomileusis). Alat laser ini bekerja otomatis sesuai arahan komputer yang telah diprogram oleh dokter sesuai hasil evaluasi dan pemeriksaan pasien sebelumnya. Dengan program ini, laser dapat membentuk ulang kornea sedemikian rupa hingga dapat menepati kebutuhan koreksi refraksi pasien. Sembari demikian, dokter tak akan lepas dari memantau mata pasien melalui mikroskop. Di tahap ini, pasien mungkin mencium bau hangus atau mendengar bunyi “tik-tik”.

Setelah program laser selesai, dokter akan memposisikan ulang flap, yang akan melekat dengan sendirinya pada lapisan strombus di bawahnya. Selesai sudah operasi LASIK. Total durasi prosedur ini biasanya tidak memakan lebih dari 20 menit (tergantung masing-masing kondisi pasien).

Tindakan Lanjutan Pasca Operasi LASIK

Mata dapat langsung dipakai melihat usai operasi LASIK. Dokter akan memberikan obat tetes mata yang bisa langsung digunakan sebelum pulang dari rumah sakit atau klinik mata. Dokter juga dapat memberikan air mata buatan untuk menjaga kelembaban mata. Gunanya untuk mencegah iritasi dan infeksi yang dapat terjadi karena mata kering.

Beberapa jam pasca operasi, pasien dapat mengalami penglihatan yang agak berkabut dan seperti ada sesuatu hingga gatal. Ini normal terjadi sebagaimana mata sedang beradaptasi.

Dokter biasanya akan memuat jadwal check up 1 (satu) hari sesudah operasi LASIK untuk mengontrol kemajuan penyembuhan mata. Efek “lingkaran cahaya” mungkin terjadi dalam kurun waktu 24 jam pasca operasi, meski penglihatan terasa semakin menjadi tajam.

Kontrol dengan dokter umumnya tidak berhenti di situ. Pasien harus kembali check up setelah beberapa minggu atau bulan pasca operasi LASIK.

Pasien biasanya akan diberikan daftar hal-hal yang dapat dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam kurun waktu tertentu setelah operasi. Namun jika tidak, pasien dapat memintanya.

Kurang lebih daftar tersebut mencakup:

  • Dilarang keras mengucek atau menggosok mata (selamanya). Mengucek atau menggosok mata memang tidak boleh dilakukan, untuk pasien LASIK, maupun semua orang secara umum.
  • Cegah dan jauhkan air masuk ke dalam mata
  • Dilarang memakai makeup mata atau di sekitar mata
  • Hindari tempattempat berdebu
  • Hindari kolam renang atau sejenisnya selama 2 minggu
  • Hindari olahraga keras setidaknya sebulan usai LASIK

Proses penyembuhan LASIK dapat berbeda-beda pada tiap pasien. Ada yang penyembuhannya cepat dan matanya langsung dapat melihat dengan jernih dalam hitungan hari sesudah operasi LASIK. Namun ada juga yang butuh lebih dari 2 (dua) minggu untuk mulai merasakan penglihatannya menjadi tajam.

Mematuhi semua larangan, pantangan dan kewajiban yang diberikan oleh dokter pasca operasi LASIK – juga berperan penting dalam proses penyembuhan pasien.

Untuk mengetahui informasi LASIK lebih lanjut, jadwalkan konsultasi dengan dokter ahli LASIK terpercaya dengan klik di sini!

Back