LASIK di KMN EyeCare

LASIK, atau Laser Assisted In-Situ Keratomileusis, adalah tindakan medis yang menghasilkan penglihatan yang lebih baik bagi para pasien. Tindakan ini memanfaatkan laser untuk membentuk kembali kornea, atau bagian yang jernih dan bulat pada bagian depan mata. Prosedur ini dapati dilakukan pada pasien yang mengalami kelainan refraksi:

  • Kelainan refraksi,
  • Rabun jauh/mata minus (miopia),
  • Rabun dekat/mata plus (hipermetropia)
  • Mata silinder (astigmatisme).

LASIK adalah sebuah solusi bagi para pasien yang menderita kelainan refraksi/gangguan penglihatan seperti yang disebutkan di atas. LASIK merupakan prosedur permanen yang dapat menghilangkan ketergantungan pemakaian kacamata atau lensa kontak. Di KMN EyeCare, LASIK memberikan sebuah pengalaman yang nyaman dan menyenangkan. Tindakan ini tidak menggunakan "pisau" sama sekali. Para Dokter Mata KMN EyeCare yang sangat terampil dalam menggunakan teknologi laser excimer yang telah disetujui oleh FDA untuk mengoreksi penglihatan pasien. Di KMN EyeCare, LASIK berlangsung dengan cepat serta tidak menimbulkan rasa sakit, dan pemulihannya pun cepat dengan hasil yang menakjubkan!

LASIK: Testimoni para Pasien LASIK di KMN EyeCare

Di KMN EyeCare, kami percaya bahwa penglihatan yang jelas adalah hal yang paling penting, dan kualitas dalam mencapai hal itu merupakan kunci utama. LASIK yang kami lakukan telah membawa senyum bagi semua pasien kami, masing-masing dari mereka melangkah keluar dari rumah sakit mata/klinik mata kami dengan penglihatan paling tajam yang dimiliki selama ini tanpa bantuan kacamata/lensa kontak. Hal ini dapat terjadi karena kami memanfaatkan teknologi terbaru  yang dikombinasikan dengan dokter spesialis LASIK yang berpengalaman. Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa para pasien kami akan menjalani LASIK yang lancar mulai dari awal hingga akhir. LASIK di KMN EyeCare adalah sebuah pengalaman yang akan dikenang, karena memberikan proses yang nyaman bagi pasien mulai dari kunjungan Anda yang pertama ke KMN EyeCare hingga kunjungan-kunjungan berikutnya.

Simak testimoni salah satu pasien kami yang telah menjalani lasik di KMN EyeCare:

“Sebagai seorang fotografer, dibutuhkan penglihatan yang sempurna untuk menghasilkan foto yang sempurna. Setelah bertahun-tahun memakai lensa kontak dan kacamata, akhirnya saya memutuskan untuk menjalani LASIK di KMN. Prosesnya cepat dan tanpa rasa sakit, dan selesai hanya dalam waktu beberapa detik. Saya sangat puas dengan hasil LASIK saya dari KMN. Saya merasa seperti terlahir kembali!”

Rio Motret

Testimoni Lainnya

LASIK: Latar Belakang

Meskipun kini LASIK merupakan prosedur yang terkenal untuk memperbaiki penglihatan, prosedur ini berasal dari penelitian dan percobaan yang berlangsung selama puluhan tahun dalam bidang perawatan mata melalui pembedahan.

Pada tahun 1990-an, LASIK diperkenalkan untuk pertama kalinya sebagai sebuah proses yang menggunakan laser excimer, yaitu laser yang sangat akurat yang secara permanen membentuk kembali kornea yang sehat sehingga dapat memberikan penglihatan yang jelas tanpa perlu memakai lensa kontak maupun kacamata.

Pada tahun 1999, muncul teknologi muka gelombang (wavefront), yang memungkinkan dilakukannya analisis secara tepat terhadap peta kornea seseorang. Kombinasi analisis muka gelombang (wavefront) dengan laser excimer memungkinkan dilakukannya proses pembentukan kornea yang bersifat unik bagi masing-masing pasien.

Apakah LASIK akan berhasil atau tidak sangat bergantung kepada kandidat pasien LASIK sendiri. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien dapat menentukan apakah seorang  kandidat untuk menjalani LASIK dengan memahami kebutuhan klinis dari masing-masing pasien. Oleh sebab itu, orang yang mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini harus berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah mereka akan meneruskan rencana mereka untuk melakukan prosedur ini, memperoleh pemahaman mengenai prosedur yang sebenarnya akan dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses tersebut.

Langkah-Langkah Dalam Tindakan LASIK

Pemetaan Kornea secara 3D (3D Corneal Mapping)

Langkah pertama dalam tindakan LASIK adalah 3D Corneal Mapping, yang menentukan ketajaman penglihatan dengan menggunakan analisis muka gelombang (wavefront). Karena tiap mata Anda bersifat unik seperti sidik jari atau DNA Anda, maka dokter membutuhkan analisis yang akurat dan terperinci dari tiap mata sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Analisis muka gelombang mengumpulkan gambaran visual 3D dengan definisi tinggi dari jalur visual tiap mata dengan membandingkan cahaya yang melalui mata Anda dengan pola cahaya dari mata yang sempurna. Kemudian informasi ini akan digunakan oleh dokter Anda untuk membantu menyesuaikan kebutuhan koreksi dari masing-masing mata Anda agar dapat memberikan hasil yang terbaik.

Teknologi analisis muka gelombang (wavefront) mengukur ketidaksempurnaan yang unik dari mata Anda 25 kali lebih akurat daripada metode standar seraya menangkap 1.200 titik data untuk mengukur secara tepat ketidaksempurnaan penglihatan Anda yang unik dan memberikan prosedur yang sangat personal. (Sumber: Alcon)

Penciptaan Flap Personal

Langkah kedua dalam tindakan LASIK adalah pembuatan flap, dengan menggunakan metode IntraLase. KMN EyeCare menggunakan iFS™ Advanced Femtosecond Laser, yaitu suatu pendekatan yang 100% terdiri dari laser, tanpa menggunakan pisau, untuk membuat flap yang khusus bagi Anda. Metode ini menggunakan getaran yang tepat dari sinar laser untuk menyesuaikan dan membuat flap yang disesuaikan dengan bentuk mata Anda yang unik. Flap LASIK, yaitu suatu lapisan jaringan yang tipis, kemudian dilipat kembali dalam persiapan untuk membentuk kembali kornea dengan hati-hati. iFS™ Advanced Femtosecond Laser hanya memakan waktu 10 detik untuk membuat flap, bila dibandingkan dengan teknologi laser femtosecond lainnya yang membutuhkan waktu 30-40 detik. Selain itu, flap yang dihasilkan pun lebih halus dan memiliki ketebalan yang sangat tepat.

(Sumber: Alcon)

Koreksi Penglihatan Personal

Langkah ketiga dari tindakan LASIK adalah untuk membentuk kembali kornea Anda secara hati-hati dengan menggunakan Laser Excimer berdasarkan pengukuran analisis muka gelombang (wavefront) dan informasi koreksi Anda yang unik. Setelah itu, dokter yang menangani Anda akan memposisikan ulang flap, dan selesailah prosedur yang Anda jalani. Flap Anda akan melekat dengan sendirinya pada lapisan strombus di bawahnya.

Berapa biaya LASIK?

Biaya LASIK bisa jadi lebih terjangkau daripada yang Anda bayangkan. KMN EyeCare berkomitmen untuk memberikan kualitas layanan terbaik dengan harga terjangkau.

Biaya LASIK di KMN EyeCare

Satu mata Rp 14.000.000,-

Dua mata Rp 28.000.000,-

Biaya pemeriksaan secara menyeluruh sekitar Rp 5.000.000,-

Sudah termasuk:

  • Biaya Administrasi
  • Konsultasi Dokter

Biaya LASIK untuk dua mata adalah sebesar Rp 33.000.000,-*


* Biaya LASIK pada kedua belah mata, sudah termasuk pemeriksaan penunjang

Pertanyaan yang sering diajukan mengenai LASIK

Apa LASIK?

LASIK, atau Laser Assisted In-Situ Keratomileusis, mengobati kelainan refraksi seperti misalnya:

  • rabun jauh/mata minus (miopia)
  • rabun dekat/mata plus (hipermetropia)
  • mata silinder (astigmatisme)

dengan mengubah ketebalan dan kelengkungan kornea. LASIK konvensional masih menggunakan pisau mekanis, namun LASIK di KMN EyeCare tidak menggunakan pisau sama sekali dan hanya menggunakan laser femtosecond. Ini memberikan hasil yang jauh lebih baik dalam hal presisi dan akurasi bila dibandingkan dengan LASIK konvensional. LASIK secara khusus menggunakan dua buah alat: Femtosecond Laser dan Excimer Laser. Hanya kombinasi dari kedua buah alat ini yang dapat disebut sebagai “LASIK tanpa Pisau”.

Apakah LASIK menyakitkan?

Selama bertahun-tahun KMN EyeCare melakukan LASIK, tidak pernah ada keluhan yang mengatakan bahwa prosedur ini menyakitkan. Sebelum tindakan, Anda akan diberikan obat bius topikal dalam bentuk obat tetes mata. Tidak perlu dilakukan penyuntikan, dan Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung.

Pemeriksaan apa sajakah yang harus saya lakukan sebelum menjalani LASIK?

Ada 8 pemeriksaan yang harus Anda lakukan:

  • refraksi
  • pengukuran tekanan intraokular
  • topografi (pemetaan) kornea
  • produksi air mata
  • ketebalan kornea
  • specular microscope
  • pemeriksaan laboratorium
  • pemeriksaan mata secara fisik.

Dokter yang menangani Anda akan menggunakan hasil dari semua pemeriksaan tersebut untuk menentukan apakah Anda adalah kandidat LASIK.

Seberapa parahkah rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder yang dapat disembuhkan oleh LASIK?

LASIK dapat mengobati kelainan refraksi yang meliputi rabun jauh hingga -12 Dioptre, mata silinder +/- 6 Dioptre, rabun dekat hingga 8 Dioptre. Namun, apakah Anda dapat menjadi kandidat LASIK bergantung kepada ketebalan kornea Anda.

Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan LASIK?

Bila semua berjalan sesuai dengan rencana, maka LASIK di KMN EyeCare memakan waktu selama 20 menit mulai dari saat Anda masuk hingga Anda meninggalkan ruang operasi.

Apa sajakah yang harus saya ingat setelah saya menjalani LASIK?

Anda akan diberikan daftar hal-hal yang “Boleh Dilakukan” dan “Tidak Boleh Dilakukan” selama dua minggu setelah Anda menjalani LASIK. Pada dasarnya, Anda sebaiknya melihat menggunakan mata Anda sesegera mungkin agar dapat beradaptasi dengan penglihatan Anda yang baru. Namun, Anda tidak boleh menggosok mata Anda, membiarkan air masuk ke dalam mata, atau memakai makeup di sekitar mata.

Apakah saya dapat langsung kembali melakukan aktivitas saya setelah menjalani LASIK?

Anda sebaiknya kembali melakukan aktivitas Anda sesegera mungkin setelah prosedur selesai agar mata Anda dapat beradaptasi dengan penglihatan yang baru. Namun, hindarilah debu, olah raga ekstrem, menggosok mata Anda, dan memakai make-up. Trauma, debu, atau air yang masuk ke dalam mata Anda dapat menyebabkan Anda menggosok mata, yang akibatnya dapat mengubah posisi flap dan mengganggu proses penyembuhan Anda.

Apa yang membuat LASIK di KMN EyeCare lebih baik dari LASIK konvensional?

  • Tingkat keamanan yang lebih tinggi. LASIK yang digunakan di KMN EyeCare telah memperoleh persetujuan
  • Presisi. Beberapa prosedur LASIK hanya membentuk kembali kornea berdasarkan resep standar, sehingga memberikan prosedur yang sama bagi semua orang. Di KMN EyeCare, LASIK menggunakan teknologi yang dipandu oleh muka gelombang (wavefront) untuk memberikan peta diagnostik kornea secara teliti dengan mengukur bagaimana gelombang cahaya dibelokkan ketika mereka melalui kornea Anda.
  • Penyembuhan. Flap yang diciptakan dalam LASIK secara umum akan lebih cepat berikatan kembali dengan lapisan stroma di bawahnya karena flap tersebut diciptakan dengan menggunakan berkas laser femtosecond yang melekatkan serangkaian gelembung kecil dalam lapisan tengah kornea tanpa memotong kornea, seperti yang terjadi pada penggunaan pisau. 

Apakah saya dapat menjadi kandidat LASIK?

Pemeriksaan yang dilakukan di KMN EyeCare sebelum tindakan LASIK sangatlah cermat dan, bila Anda bukan kandidat LASIK, maka dokter mata tidak akan melanjutkan rencana tersebut. Setidaknya Anda harus memenuhi persyaratan pribadi berikut ini:

  • berusia 18 tahun atau lebih,
  • memiliki mata yang sehat,
  • memiliki penglihatan yang stabil,
  • tidak sedang menyusui atau hamil,
  • tidak menderita diabetes,
  • menanggalkan softlens selama 2 minggu sebelum operasi,
  • dan menanggalkan hardlens selama 3 minggu sebelum operasi.

Apa sajakah efek samping dari LASIK?

Jenis dan lamanya efek samping yang dirasakan berbeda-beda pada tiap pasien, namun secara umum Anda akan mengalami sedikit rasa seperti ada “butiran” di mata Anda, silau, mata kering dan ketajaman penglihatan yang berubah-ubah. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan umumnya akan hilang seluruhnya beberapa bulan setelah prosedur.

Berapa lamakah proses penyembuhan LASIK?

Ini bersifat sangat subyektif dan bergantung kepada kondisi masing-masing pasien, namun secara umum:

  • 2-3 jam setelah prosedur, pasien mengalami penglihatan yang agak berkabut dan rasa tidak nyaman;
  • 24 jam setelah, ketajaman penglihatan mereka akan meningkat, namun masih ada efek “lingkaran cahaya”;
  • setelah satu minggu, ketajaman penglihatan terus meningkat namun masih belum stabil;
  • setelah dua minggu dan seterusnya, umumnya pasien sudah dapat menikmati ketajaman penglihatan yang tinggi.

Memilih dokter di KMN EyeCare

Dr. Annette Mariza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2004, Dr. Annette memulai karirnya di Rumah Sakit Marinir Cilandak dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

Dr. Ari Djatikusumo, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship dalam bidang bedah vitreoretina di Jepang dan Singapura, Dr. Ari kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau kemudian bergabung dengan KMN EyeCare untuk memperkuat divisi retina kami.

Dr. Arief Wildan, SpM

Dr. Arief bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang pada tahun 2010 dan menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Thailand pada tahun 2012-2013.

Dr. Bondan Harmani, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata, Dr. Bondan bergabung dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Dr. Danang Dwinaryono, SpM

Dr. Danang bergabung dengan KMN EyeCare setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013.

Dr. Eko Firdianto Karim, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Lions Eye Institute Perth Australia, Dr. Eko bergabung dengan KMN EyeCare divisi retina.

Dr. Emil F. Sjahreza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Emil praktek di KMN EyeCare Semarang antara tahun 2010 hingga 2012. Beliau kemudian menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Sydney Eye Hospital, di mana beliau terlibat dalam 1.105 kasus bedah vitreoretina. Dari semua kasus itu, beliau bertanggung jawab penuh terhadap 750 kasus tanpa pengawasan.

Dr. Hadi Prakoso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1989, Dr. Hadi menjalani wajib kerja dokter spesialis di Bali selama 18 bulan, kemudian bekerja sebagai dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia antara tahun 1992-2001.

Dr. Henry Warouw, SpM

Dr. Henry bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010.

Dr. Ira Sudarmadji, SpM

Dr. Ira bergabung dengan KMN EyeCare sejak awal beroperasi pada tahun 2004 dan terus melakukan praktik dalam pengobatan katarak, bedah plastik mata, dan LASIK.

Dr. Julie Dewi Barliana, M Biomed, SpM

Dr. Julie memperoleh gelar dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dimana sebelumnya beliau juga menyelesaikan pendidikan Dokter Umum dan Magister Ilmu Biomedik dari universitas yang sama.

Dr. Lumongga B. S., SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1970, Dr. Lumongga menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dengan fokus pada Kedokteran Mata Anak (Oftalmologi Pediatrik).

Dr. Martin Sondak, SpM

Dr. Martin segera bergabung dengan tim kami di KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2010.

Dr. Maya E. Suwandono, SpM

Dr. Maya bergabung dengan tim KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2010. Beliau melakukan operasi LASIK, operasi pada glaukoma, dan katarak.

Dr. Moh. Sjahbudi Saleh, SpM

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada tahun 1985, Dr. Sjahbudi bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) dan ditempatkan di sejumlah pangkalan udara militer di Indonesia.

Dr. R. Viktor Rasoebala, SpM

Setelah lulus dari program pendidikan dokter spesialis kedokteran mata di Universitas Indonesia, Dr. Viktor bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

Dr. Ricky E. Rooroh, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2002, Dr. Ricky menjalani beberapa fellowship sebelum akhirnya bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

Dr. Rien Widyasari, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Rien segera bergabung dengan KMN EyeCare.

Dr. Rifna Lutfiamida, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003, Dr. Rifna bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2004 dan memiliki keahlian dalam pengobatan infeksi mata, katarak, lensa kontak, serta LASIK.

Dr. Rini Hersetyati, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000, Dr. Rini menjalani pelatihan tambahan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Jakarta Eye Center (JEC) sebelum akhirnya bergabung di KMN EyeCare pada tahun 2004.

Dr. S.M.I. Supit, PhD, SpM

Dr. Supit lulus dari Universitätsklinikum der Goethe Medical School di Jerman pada tahun 1981 dan menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1986.

Dr. Sjakon G. Tahija, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship vitreoretina di Lions Eye Institute, Perth, Australia pada tahun 1994, Dr. Sjakon kembali ke Indonesia dan praktek sebagai seorang Dokter Konsultan Vitreoretina.

Dr. Soeharnila, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dan beberapa fellowship, Dr. Nila segera bergabung dengan KMN EyeCare sejak mulai beroperasi pada tahun 2004.

Dr. Upik Mahna Dewi, SpM

Setelah lulus sebagai seorang dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003, Dr. Upik praktek di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

Dr. Vinsensius G. Budiman, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Dr. Vinsen praktek di Rumah Sakit Medistra dan bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

Dr. Widowati S. Wijarso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Indonesia, Dr. Widowati (Dr. Ike) melanjutkan mengikuti fellowship dalam bidang glaukoma di The New York Eye and Ear Infirmary, New York, Amerika Serikat.

Dr. Wulan Aprianti, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Wulan bekerja di Rumah Sakit Royal Progress selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2013.

Dr. Yulinda I. Soemiatno, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr. Yulinda menjalani magang pasca sarjana dalam bidang kedokteran mata anak (oftalmologi pediatrik) dan mata juling (strabismus).

Sorry, we did not find a doctor matching your filter request.