KMN Strabismus Exam

Pengobatan Strabismus di KMN EyeCare

Strabismus, atau juling, adalah sebuah kondisi di mana mata tidak lurus sehingga tampak seperti memandang ke dua arah yang berbeda. Terdapat beberapa jenis strabismus, masing-masing dinamakan sesuai dengan arah mata yang tidak lurus. Sebagai contoh, bila satu mata memandang secara langsung kepada obyek sementara mata yang lainnya tampak memandang ke arah dalam, ini disebut sebagai esotropia. Bila mata memandang ke arah luar, maka disebut sebagai eksotropia, bila memandang ke arah atas disebut hipertropia dan ke arah bawah disebut hipotropia. Strabismus disebabkan oleh gangguan pada otot-otot ekstraokular yang mengendalikan gerakan mata. Ini dapat disebabkan oleh gangguan anatomi atau saraf, atau kelainan refraksi yang terlalu lama tidak ditangani. Anak-anak yang memiliki riwayat strabismus dalam keluarganya memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi ini.

Pada orang dewasa, bila strabismus terjadi secara tiba-tiba, maka akan menyebabkan timbulnya penglihatan ganda. Namun, pada anak kecil, otak mereka belajar untuk mengabaikan citra yang diperoleh dari mata yang tidak sejajar. Meski demikian, anak akan kehilangan persepsi jarak dan kedalaman

Para Dokter Spesialis Strabismus KMN EyeCare melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh bagi para pasien strabismus, dan selanjutnya pengobatan diputuskan oleh dokter spesialis kami berdasarkan masing-masing kasus. Beberapa pasien mungkin hanya membutuhkan kaca mata, penutup mata, dan latihan mata sebagai pengobatannya, sementara pasien lainnya mungkin membutuhkan operasi strabismus.

Strabismus: Testimoni para Pasien KMN EyeCare

KMN EyeCare berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik kepada para pasien kami. Para pasien strabismus yang datang kepada kami akan mendapatkan pelayanan ramah sepenuh hati, serta hasil pengobatan yang optimal, baik melalui pengobatan non-invasif ataupun melalui operasi.

KMN Children's Eye Exam

Simaklah testimoni para pasien strabismus di KMN EyeCare:

 “Penanganan yang dilakukan oleh dokter di KMN EyeCare memberikan keyakinan pada saya sebelum dan selama operasi dilakukan pada anak saya. Saya sangat senang melihat mata anak saya benar-benar sembuh!”

Ibu Pariyani

Testimoni Lainnya

Strabismus: Penyebab dan Gejala

Strabismus dapat terjadi sejak lahir atau di kemudian hari. Satu gejala strabismus yang tampak jelas adalah ketika kedua mata memandang ke arah yang berbeda. Seringkali, gejala dan tanda-tanda strabismus dapat terlihat pada anak-anak, contohnya mata tidak terlihat sejajar, menutup satu mata, atau memiringkan kepala mereka ketika memandang sebuah obyek agar penglihatan mereka menjadi lurus untuk sementara. Ketidaklurusan semacam ini mengirimkan dua citra yang berbeda dari sebuah obyek yang sama kepada otak. Sebagai usaha untuk menghindari penglihatan ganda, otak mampu mengabaikan dan menekan citra yang diperoleh dari mata yang tidak lurus. Namun, ini dapat menyebabkan terjadinya mata malas (ambliopia), pada mata yang tidak lurus. Selain itu, strabismus juga dapat berasal dari mata malas itu sendiri. Gangguan mata seperti kelainan refraksi, katarak, dan kelopak mata yang turun dapat menyebabkan terjadinya ambliopia, dan selanjutnya mengakibatkan strabismus. Dengan demikian, pemeriksaan dini terhadap strabismus segera setelah terdeteksi sangatlah penting untuk menghindari penyakit mata lebih lanjut.

Penyebab strabismus pada orang dewasa dapat berasal dari kondisi seperti kelainan vaskular (masalah yang berkaitan dengan pembuluh darah), kecelakaan, dan masalah saraf. Tidak seperti pada anak-anak, terjadinya strabismus yang tiba-tiba akan menyebabkan penglihatan ganda pada orang dewasa.

Pilihan Pengobatan Strabismus di KMN EyeCare

Para Dokter Spesialis Strabismus di KMN EyeCare berpengalaman dalam menentukan metode terbaik untuk meluruskan mata berdasarkan masing-masing kasus. Pengobatan dapat melibatkan pemakaian kaca mata (dengan atau tanpa lensa prisma), terapi oklusi (menutup satu mata), latihan mata, dan, bila dibutuhkan, operasi pada otot-otot ekstraokular. Manfaat dari operasi meliputi pelurusan mata, persepsi kedalaman yang lebih baik, membaiknya lapang pandang, dan meningkatnya rasa percaya diri karena penampilan yang lebih baik.  Operasi strabismus terdiri dari prosedur yang bertujuan untuk memperkuat atau memperlemah otot-otot ekstraokular. Pada beberapa kasus strabismus, kedua mata mungkin perlu dioperasi, walau hanya satu mata yang tidak lurus.

Operasi Strabismus: Biaya di KMN EyeCare

Karena pengobatan strabismus sangat bervariasi antara pasien yang satu dengan pasien yang lainnya, maka harga dan biaya untuk tiap kondisi juga dapat bervariasi. 

Memilih dokter di KMN EyeCare

KMN EyeCare - Dr. Annette
Dr. Annette Mariza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2004, Dr. Annette memulai karirnya di Rumah Sakit Marinir Cilandak dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

KMN EyeCare - Dr. Ari Djatikusumo
Dr. Ari Djatikusumo, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship dalam bidang bedah vitreoretina di Jepang dan Singapura, Dr. Ari kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau kemudian bergabung dengan KMN EyeCare untuk memperkuat divisi retina kami.

KMN EyeCare - Dr. Arief
Dr. Arief Wildan, SpM

Dr. Arief bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang pada tahun 2010 dan menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Thailand pada tahun 2012-2013.

KMN EyeCare - Dr. Bondan
Dr. Bondan Harmani, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata, Dr. Bondan bergabung dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

KMN EyeCare - Dr. Danang
Dr. Danang Dwinaryono, SpM

Dr. Danang bergabung dengan KMN EyeCare setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013.

KMN EyeCare - Dr. Eko Karim
Dr. Eko Firdianto Karim, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Lions Eye Institute Perth Australia, Dr. Eko bergabung dengan KMN EyeCare divisi retina.

KMN EyeCare - Dr. Emil Sjahreza
Dr. Emil F. Sjahreza, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Emil praktek di KMN EyeCare Semarang antara tahun 2010 hingga 2012. Beliau kemudian menyelesaikan fellowship di bidang bedah vitreoretina di Sydney Eye Hospital, di mana beliau terlibat dalam 1.105 kasus bedah vitreoretina. Dari semua kasus itu, beliau bertanggung jawab penuh terhadap 750 kasus tanpa pengawasan.

Dr. Hadi Prakoso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1989, Dr. Hadi menjalani wajib kerja dokter spesialis di Bali selama 18 bulan, kemudian bekerja sebagai dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia antara tahun 1992-2001.

KMN EyeCare - Dr. Henry
Dr. Henry Warouw, SpM

Dr. Henry bergabung dengan KMN EyeCare di Semarang setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010.

Dr. Sudarmadji
Dr. Ira Sudarmadji, SpM

Dr. Ira bergabung dengan KMN EyeCare sejak awal beroperasi pada tahun 2004 dan terus melakukan praktik dalam pengobatan katarak, bedah plastik mata, dan LASIK.

KMN EyeCare - Dr. Barliana
Dr. Julie Dewi Barliana, M Biomed, SpM

Dr. Julie memperoleh gelar dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dimana sebelumnya beliau juga menyelesaikan pendidikan Dokter Umum dan Magister Ilmu Biomedik dari universitas yang sama.

KMN EyeCare - Dr. Lumongga
Dr. Lumongga B. S., SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1970, Dr. Lumongga menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dengan fokus pada Kedokteran Mata Anak (Oftalmologi Pediatrik).

KMN EyeCare- Dr. Martin Sondak
Dr. Martin Sondak, SpM

Dr. Martin segera bergabung dengan tim kami di KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2010.

KMN EyeCare - Dr. Maya E. Suwandono
Dr. Maya E. Suwandono, SpM

Dr. Maya bergabung dengan tim KMN EyeCare setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2010. Beliau melakukan operasi LASIK, operasi pada glaukoma, dan katarak.

KMN EyeCare - Dr. Sjahbudi Saleh
Dr. Moh. Sjahbudi Saleh, SpM

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada tahun 1985, Dr. Sjahbudi bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) dan ditempatkan di sejumlah pangkalan udara militer di Indonesia.

KMN EyeCare - Dr. Rasoebala
Dr. R. Viktor Rasoebala, SpM

Setelah lulus dari program pendidikan dokter spesialis kedokteran mata di Universitas Indonesia, Dr. Viktor bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

KMN EyeCare - Dr. Ricky
Dr. Ricky E. Rooroh, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2002, Dr. Ricky menjalani beberapa fellowship sebelum akhirnya bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Rien
Dr. Rien Widyasari, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Rien segera bergabung dengan KMN EyeCare.

Dr. Rifna Lutfiamida
Dr. Rifna Lutfiamida, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003, Dr. Rifna bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2004 dan memiliki keahlian dalam pengobatan infeksi mata, katarak, lensa kontak, serta LASIK.

KMN EyeCare - Dr. Rini Hersetyati
Dr. Rini Hersetyati, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2000, Dr. Rini menjalani pelatihan tambahan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Jakarta Eye Center (JEC) sebelum akhirnya bergabung di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Supit
Dr. S.M.I. Supit, PhD, SpM

Dr. Supit lulus dari Universitätsklinikum der Goethe Medical School di Jerman pada tahun 1981 dan menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata pada tahun 1986.

KMN EyeCare - Dr. Sjakon
Dr. Sjakon G. Tahija, SpM

Setelah menyelesaikan fellowship vitreoretina di Lions Eye Institute, Perth, Australia pada tahun 1994, Dr. Sjakon kembali ke Indonesia dan praktek sebagai seorang Dokter Konsultan Vitreoretina.

KMN EyeCare - Dr. Soeharnila
Dr. Soeharnila, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata dan beberapa fellowship, Dr. Nila segera bergabung dengan KMN EyeCare sejak mulai beroperasi pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Upik
Dr. Upik Mahna Dewi, SpM

Setelah lulus sebagai seorang dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada tahun 2003, Dr. Upik praktek di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2005.

Dr. Vinsensius G. Budiman, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Dr. Vinsen praktek di Rumah Sakit Medistra dan bergabung dengan tim di KMN EyeCare pada tahun 2004.

KMN EyeCare - Dr. Wijarso
Dr. Widowati S. Wijarso, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Indonesia, Dr. Widowati (Dr. Ike) melanjutkan mengikuti fellowship dalam bidang glaukoma di The New York Eye and Ear Infirmary, New York, Amerika Serikat.

KMN EyeCare - Dr. Wulan
Dr. Wulan Aprianti, SpM

Setelah menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis mata di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2012, Dr. Wulan bekerja di Rumah Sakit Royal Progress selama satu tahun sebelum akhirnya bergabung dengan KMN EyeCare pada tahun 2013.

KMN EyeCare - Dr. Yulinda Soemiatno
Dr. Yulinda I. Soemiatno, SpM

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Dr. Yulinda menjalani magang pasca sarjana dalam bidang kedokteran mata anak (oftalmologi pediatrik) dan mata juling (strabismus).

Sorry, we did not find a doctor matching your filter request.