Operasi Katarak dengan Laser CATALYS™: Begini Cara Kerjanya
Katarak dapat membuat penglihatan terasa berkabut, warna terlihat lebih kusam, atau cahaya lampu terasa lebih menyilaukan, terutama saat berkendara di malam hari. Seiring waktu, aktivitas seperti membaca, bekerja, atau mengenali wajah orang dari kejauhan pun bisa menjadi lebih sulit. Ketika kondisi ini mulai mengganggu kualitas hidup, dokter spesialis mata dapat merekomendasikan operasi katarak.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam operasi katarak modern adalah laser CATALYS™. Meski terdengar canggih, banyak orang masih bertanya-tanya apakah seluruh operasi dilakukan dengan laser dan apa bedanya dengan operasi katarak biasa. Sederhananya, CATALYS™ merupakan teknologi yang membantu dokter melakukan beberapa tahapan operasi dengan lebih presisi, tetapi seluruh tindakan tetap direncanakan dan dilakukan oleh dokter spesialis mata.
Apa Itu Katarak dan Mengapa Perlu Dioperasi?
Katarak terjadi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Padahal, lensa ini memiliki peran penting untuk memfokuskan cahaya ke retina agar penglihatan tetap tajam. Ketika lensa mulai mengeruh, cahaya tidak dapat masuk dengan optimal sehingga penglihatan terasa buram, berkabut, tampak lebih redup, atau silau saat melihat sumber cahaya.
Pada tahap awal, sebagian keluhan mungkin masih dapat dibantu dengan penggunaan kacamata, pencahayaan yang lebih baik, atau penyesuaian aktivitas. Namun, perlu diketahui bahwa katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat tetes mata, vitamin, maupun latihan mata. Jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi merupakan satu-satunya cara untuk mengangkat lensa yang keruh tersebut.
Melalui operasi katarak, dokter akan mengangkat lensa alami yang telah keruh, kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang disebut lensa intraokular (Intraocular Lens/IOL). Jenis dan kekuatan IOL dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan mata, kondisi masing-masing pasien, serta kebutuhan penglihatannya setelah operasi.
Baca Juga: Operasi Katarak : Pilihan dan Proses Pengobatan
Apa Itu Laser CATALYS™?
Operasi katarak kini dapat dilakukan dengan bantuan laser pada tahapan tertentu, salah satunya menggunakan sistem CATALYS™. Teknologi ini membantu dokter melakukan beberapa langkah operasi dengan lebih presisi sesuai kondisi mata setiap pasien.
CATALYS™ menggabungkan femtosecond laser dan Optical Coherence Tomography (OCT). Femtosecond laser bekerja dengan denyut sangat singkat untuk memisahkan jaringan pada titik yang telah direncanakan, bukan untuk “membakar” mata. Sementara itu, OCT menghasilkan gambaran detail struktur mata, seperti kornea, kapsul lensa, dan posisi lensa katarak.
Kombinasi keduanya membantu dokter merencanakan tindakan secara lebih terukur. Meski menggunakan bantuan teknologi, seluruh keputusan tetap berada di tangan dokter spesialis mata. Lalu, bagaimana CATALYS™ digunakan dalam setiap tahap operasi katarak? Simak penjelasannya berikut ini.
Cara Kerja Laser CATALYS™ dalam Operasi Katarak
Operasi katarak dengan bantuan laser tetap diawali dengan pemeriksaan menyeluruh. Dokter akan menilai kondisi katarak, kornea, pupil, retina, tekanan bola mata, serta kebutuhan penglihatan pasien. Tidak semua pasien cocok menjalani prosedur ini, sehingga keputusan tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Secara umum, berikut tahapan penggunaan laser CATALYS™ dalam operasi katarak.
1. Mata Dipetakan dengan Pencitraan 3D
Sistem CATALYS™ menggunakan OCT untuk memetakan struktur mata, termasuk kornea, kapsul lensa, dan posisi lensa katarak. Hasil pencitraan ini menjadi “peta” bagi dokter dalam merencanakan tindakan.
2. Dokter Menyusun Rencana Operasi
Berdasarkan hasil pemetaan, dokter menentukan ukuran bukaan kapsul, pola pemecahan lensa, serta sayatan kornea bila diperlukan. Rencana ini disesuaikan dengan kondisi setiap mata.
3. Laser Membuat Bukaan pada Kapsul Lensa
Laser membantu membuat bukaan melingkar pada kapsul lensa agar lensa yang keruh dapat diangkat. Bukaan dibuat sesuai ukuran dan posisi yang telah direncanakan sebelumnya.
4. Laser Memecah Lensa Katarak
Lensa katarak kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Setelah itu, dokter tetap mengangkat material lensa menggunakan teknik phacoemulsification. Pada beberapa kasus, bantuan laser dapat mengurangi kebutuhan energi ultrasonik.
5. Laser Membantu Membuat Sayatan Kornea
Laser juga dapat digunakan untuk membuat sayatan kecil pada kornea sebagai akses selama operasi. Pada pasien tertentu, sayatan tambahan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengelola astigmatisme ringan.
6. Lensa Keruh Diganti dengan Lensa Buatan
Setelah lensa katarak diangkat, dokter memasang lensa intraokular atau IOL. Jenis lensa dipilih berdasarkan kondisi mata, aktivitas, dan kebutuhan penglihatan pasien setelah operasi.
Baca Juga: Cegah Katarak Sejak Dini dengan Mengubah Lifestyle yang Lebih Sehat
Apa Kelebihan Operasi Katarak dengan Laser?
Banyak pasien bertanya apakah operasi katarak dengan laser selalu lebih baik dibandingkan operasi katarak konvensional. Jawabannya, belum tentu. Setiap mata memiliki kondisi yang berbeda sehingga metode operasi yang paling sesuai pun bisa berbeda pada setiap orang.
Yang menjadi keunggulan teknologi laser adalah kemampuannya membantu dokter pada beberapa tahapan yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti memetakan struktur mata, membuat bukaan pada kapsul lensa, hingga memecah lensa katarak sebelum diangkat. Dengan bantuan pencitraan yang detail, dokter dapat merencanakan tindakan secara lebih terukur sesuai kondisi mata pasien.
Pada beberapa kasus, penggunaan laser juga dapat membantu mengurangi energi ultrasonik yang diperlukan saat mengangkat lensa katarak. Namun, operasi katarak konvensional dengan teknik phacoemulsification juga telah lama menjadi prosedur yang aman dan efektif. Karena itu, pilihan terbaik bukan ditentukan oleh teknologinya semata, melainkan oleh kondisi mata dan hasil pemeriksaan dokter.
Apakah Operasi Katarak dengan Laser Aman?
Merasa khawatir sebelum menjalani operasi adalah hal yang sangat wajar. Kabar baiknya, operasi katarak merupakan salah satu prosedur bedah mata yang telah banyak dilakukan dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Meski demikian, tidak ada tindakan medis yang benar-benar tanpa risiko. Seperti operasi katarak pada umumnya, prosedur dengan bantuan laser tetap memiliki kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti infeksi, peradangan, peningkatan tekanan bola mata, atau proses penyembuhan yang berbeda pada setiap pasien.
Karena itu, pemeriksaan sebelum operasi menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan. Dokter akan memastikan kondisi kornea, retina, ukuran pupil, hingga kesehatan mata secara keseluruhan untuk menentukan apakah operasi katarak dengan bantuan laser merupakan pilihan yang tepat bagi Anda.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Banyak orang baru memeriksakan mata ketika penglihatannya sudah benar-benar mengganggu. Padahal, semakin cepat penyebab gangguan penglihatan diketahui, semakin mudah dokter menentukan penanganan yang sesuai.
Jika penglihatan mulai terasa buram, sering silau saat melihat lampu, kacamata tidak lagi membantu, atau membaca dan berkendara terasa semakin sulit, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Begitu juga bila Anda memiliki diabetes, riwayat cedera mata, atau pernah menjalani operasi mata sebelumnya.
Melalui pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat memastikan apakah keluhan tersebut memang disebabkan oleh katarak atau kondisi mata lainnya. Bila operasi diperlukan, dokter juga akan menjelaskan pilihan metode yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Baca Juga: Katarak di Usia Muda, Kenali Faktor Penyebabnya
Sebelum dan Setelah Operasi Katarak dengan Laser, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Sebelum operasi katarak, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh, mulai dari ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, kondisi kornea dan retina, hingga pengukuran untuk menentukan kekuatan lensa buatan yang akan digunakan. Jangan lupa sampaikan riwayat penyakit maupun obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk bila Anda memiliki diabetes, hipertensi, glaukoma, atau mata kering. Informasi ini membantu dokter merencanakan tindakan yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.
Setelah operasi, penglihatan mungkin belum langsung terasa jernih karena mata masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dan menjalani proses penyembuhan. Ikuti petunjuk dokter mengenai penggunaan obat tetes, jadwal kontrol, serta aktivitas yang perlu dibatasi selama masa pemulihan.
Bila setelah operasi muncul nyeri hebat, mata sangat merah, penglihatan mendadak menurun, atau terlihat kilatan cahaya maupun bayangan seperti tirai, segera hubungi dokter. Penanganan sedini mungkin dapat membantu mencegah komplikasi dan mendukung proses pemulihan yang optimal.
Konsultasikan Kondisi Mata Anda di KMN EyeCare
Katarak dapat berkembang secara perlahan sehingga sering kali baru disadari ketika penglihatan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, semakin dini kondisi mata diperiksa, semakin mudah dokter menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Di KMN EyeCare, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab gangguan penglihatan sekaligus membantu menentukan pilihan terapi yang paling tepat, termasuk menilai apakah operasi katarak dengan bantuan laser CATALYS™ sesuai untuk kondisi mata Anda.
Jika Anda mulai merasakan penglihatan berkabut, lebih sensitif terhadap cahaya, atau kesulitan beraktivitas karena penglihatan yang menurun, jangan ragu untuk berkonsultasi. Jadwalkan pemeriksaan mata di KMN EyeCare agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini