6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Mata
07/01/26
Ditinjau oleh: Dr. JOKO SATRIO , SpM
Kesehatan mata seringkali terabaikan karena padatnya rutinitas sehari-hari. Padahal, mata sebenarnya merupakan indra vital yang menunjang hampir semua aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga berkomunikasi dengan orang lain.
Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan yang merusak mata dan perlahan menurunkan kualitas penglihatan. Apabila terus dilakukan, kebiasaan tersebut bahkan dapat memicu gangguan serius hingga kerusakan permanen.
Sebelum membahas lebih jauh tentang kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak mata, mari kenali terlebih dahulu beberapa masalah kesehatan mata yang sering dialami.
Permasalahan Mata yang Sering Dikeluhkan
Ada berbagai gangguan penglihatan yang sering dialami banyak orang, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang lebih serius. Memahami jenis-jenis masalah mata ini penting agar Anda bisa lebih waspada sejak dini.
1. Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)
Sindrom mata kering adalah kondisi ketika mata tidak mampu memproduksi air mata dengan jumlah atau kualitas yang cukup. Air mata berfungsi melumasi permukaan mata agar tetap nyaman, jernih, dan terlindungi dari iritasi. Ketika produksi air mata berkurang, mata bisa terasa perih, panas, gatal, berpasir, bahkan berair secara berlebihan. Sindrom mata kering saat ini tidak hanya dialami pada usia tua, banyak pasien usia muda bahkan anak-anak mengalami sindroma ini.
Faktor penyebab mata kering antara lain terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel, berada di ruangan ber-AC, penggunaan lensa kontak, hingga faktor usia. Jika tidak ditangani, sindrom mata kering dapat merusak permukaan kornea dan menurunkan kualitas penglihatan.
2. Asthenopia (Mata Lelah)
Mata lelah atau astenopia sering muncul setelah penggunaan mata dalam jangka waktu lama. Gejalanya berupa mata terasa berat, penglihatan buram sementara, kesulitan fokus, hingga sakit kepala. Kondisi ini umumnya terjadi pada pekerja kantoran yang seharian menatap layar komputer tanpa jeda.
Jika terus dibiarkan, kelelahan mata dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Cara sederhana untuk mencegahnya adalah dengan memberikan waktu istirahat secara berkala pada mata.
3. Miopia (Rabun Jauh)
Miopi atau rabun jauh adalah gangguan refraksi dimana seseorang dapat melihat benda dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat objek yang jauh. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja karena kebiasaan terlalu sering menggunakan gadget serta kurangnya aktivitas di luar ruangan yang melatih fokus mata pada jarak jauh.
Jika tidak dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, miopia bisa semakin parah seiring waktu dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.
4. Astigmatisme
Astigmatisme adalah gangguan penglihatan akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak simetris. Cahaya yang masuk tidak terfokus dengan baik pada retina, sehingga penglihatan tampak kabur atau terdistorsi.
Penderita astigmatisme sering mengeluhkan penglihatan ganda, mata cepat lelah, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak, atau tindakan medis seperti LASIK.
5. Katarak
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Gejala katarak antara lain penglihatan seperti berkabut, warna terlihat pudar, kesulitan melihat pada malam hari, dan silau saat terkena cahaya terang.
Umumnya katarak muncul seiring bertambahnya usia, tetapi faktor lain seperti diabetes, paparan sinar UV berlebihan, atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang juga bisa mempercepat kemunculannya.
Katarak yang tidak segera ditangani lewat operasi dapat menyebabkan kebutaan.
6. Degenerasi Makula
Degenerasi makula adalah kerusakan pada bagian makula retina (saraf mata) yang berfungsi untuk penglihatan sentral. Kondisi ini banyak dialami oleh orang lanjut usia dan biasa disebut sebagai age-related macular degeneration/AMD.
Penderitanya mengalami kesulitan membaca, mengenali wajah, atau melihat garis lurus yang tampak bergelombang. Meski tidak menyebabkan kebutaan total, degenerasi makula sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Kebiasaan yang Mengganggu Kesehatan Mata
Kesehatan mata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia atau penyakit, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa kebiasaan berikut perlu dihindari agar mata tetap sehat dan berfungsi optimal.
1. Menghabiskan Banyak Waktu di Depan Layar
Era digital membuat kita sulit lepas dari layar gadget, komputer, maupun televisi. Sayangnya, menatap layar terlalu lama bisa menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan gejala mata kering, perih, dan penglihatan buram.
Untuk mengurangi risikonya, lakukan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara ini membantu mata kembali rileks.
2. Infeksi Lewat Lensa Kontak
Lensa kontak memang praktis, tetapi jika digunakan sembarangan justru bisa membahayakan mata. Kebiasaan tidur dengan lensa kontak, tidak membersihkannya dengan benar, atau memakainya melebihi waktu yang dianjurkan bisa meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis. Selain itu, penggunaan lensa kontak yang lebar dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan kebutaan permanen akibat tumbuhnya pembuluh darah baru yag masuk kedalam kornea mata.
Selalu pastikan tangan bersih saat memasang atau melepas lensa kontak, serta ikuti aturan pemakaian yang disarankan dokter.
3. Mengabaikan Penggunaan Kacamata Hitam di Luar Ruangan
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak struktur mata. Dalam jangka panjang, sinar UV berlebihan meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, hingga kanker mata.
Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100% bukan sekadar aksesori, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Gaya Hidup Kurang Sehat
Tidak hanya berbahaya bagi organ tubuh lain, merokok dan konsumsi alkohol berisiko merusak mata. Kebiasaan merokok dapat mempercepat kerusakan retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula serta katarak.
Pola makan yang buruk dan sering begadang juga dapat memengaruhi sirkulasi darah dan oksigenasi ke mata, sehingga memperburuk kesehatan penglihatan.
5. Membaca Sambil Tidur
Membaca dalam posisi berbaring membuat mata harus bekerja lebih keras karena jarak dan sudut pandang tidak ideal. Kebiasaan ini menyebabkan mata mudah lelah dan penglihatan menjadi kabur.
Apabila dibiarkan terus menerus dan berlangsung lama, risiko gangguan refraksi mata pun akan meningkat.
6. Membaca dengan Pencahayaan yang Buruk
Membaca dengan cahaya yang terlalu redup membuat mata harus fokus lebih keras. Sebaliknya, cahaya yang terlalu terang atau langsung menyorot ke mata juga bisa menyebabkan silau dan ketidaknyamanan.
Gunakan pencahayaan yang cukup, idealnya dari belakang atau samping bahu, agar mata tetap nyaman.
Kapan Harus ke Dokter?
Tidak semua keluhan mata bisa dianggap sepele. Jika Anda mengalami gejala berikut, segera periksakan diri ke dokter mata:
- Mata sering kering atau berair berlebihan
- Penglihatan buram atau ganda
- Sakit kepala setelah bekerja di depan layar
- Kesulitan melihat di malam hari
- Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu
- Penurunan tajam penglihatan secara mendadak
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan yang lebih lanjut dan pengobatan yang sesuai.
Periksa Kesehatan Mata Secara Berkala di KMN EyeCare
Menjaga kesehatan mata tidak hanya sekedar menghindari kebiasaan buruk, namun juga diiringi dengan melakukan pemeriksaan rutin.
Melakukan pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai masalah penglihatan, bahkan sebelum gejalanya terasa.
Di KMN EyeCare, setiap pasien akan ditangani langsung oleh dokter mata berpengalaman dengan dukungan peralatan diagnostik modern dan teknologi mutakhir. Pelayanan yang diberikan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga kenyamanan dan keamanan pasien.
Dengan standar internasional yang telah dipercaya sejak tahun 2004, KMN EyeCare hadir sebagai solusi lengkap untuk menjaga kesehatan mata Anda.
Jangan menunggu hingga gejala mengganggu aktivitas sehari-hari!
Segera jadwalkan pemeriksaan mata Anda di KMN EyeCare dan konsultasikan langsung dengan dokter mata untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kesehatan penglihatan Anda. Daftar di sini!
Artikel LASIK Terkait
- Mata Panda dan Kantung Mata: Penyebab dan Apa Perbedaannya?
- Catat! Ini Tanda Anak Perlu Melakukan Cek Mata
- Computer Vision Syndrome: Gejala Kelelahan Akibat Bekerja di Depan Komputer
- Penglihatan Kabur: Gejala Mata Minus atau Katarak?
- Alasan Mengapa Anda Harus Periksa Mata Secara Rutin